Nofi Candra: Jangan Pernah Takut Memulai Usaha, Apalagi Usaha yang Berbasis Syari’ah

Nofi Candra: Jangan Pernah Takut Memulai Usaha, Apalagi Usaha yang Berbasis Syari’ah
Senator asal Sumbar, Nofi Candra, memberikan kuliah umum tentang Ekonomi Syari'ah di IAIN Imam Bonjol, Bukittinggi, Senin (4/9).

Nofi Candra Beri Kuliah Umum di IAIN Imam Bonjol Bukittinggi
Jangan Pernah Takut Memulai Usaha

BUKITTINGGI (www.patronnews.co.id)
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sumbar, Nofi Candra, memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk jangan takut memulai usaha. Senator muda tersebut menegaskan, memulai usaha tidak harus langsung dengan skala besar. Menurutnya, kunci dalam memulai usaha adalah menempa diri dan membangun karakter kuat.

“Kunci dalam memulai usaha adalah dengan membina diri terlebih dahulu. Menjadi pengusaha, sikap mental dan karakter yang kuat akan sangat menentukan keberhasilan. Jadi kuncinya adalah dengan membangu terlebih dahulu sifat entreprenurship,” ujarnya.

Hal itu ditegaskan Nofi Candra saat memberikan Kuliah Umum di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol, di Kampus IAIN IB di Bukittinggi. Dengan materi tentang prospek dan tantangan bisnis Syari’ah ke depan di hadapan sekitar 500 mahasiswa dan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI. Sesuai dengan basic (dasar) sebagai seorang entrepreneur dan pengusaha muda, Nofi Candra mampu menghipnotis ratusan mahasiswa tersebut, dengan membagi pengalamannya dalam berusaha.

“Kita tidak pernah tahu bagaimana perkembangan usaha setelah dibangun. Namun, sebuah kegagalan akan menjadi pengalaman dan keberhasilan akan menjadi motivasi. Yang bertahan dengan sikap mental dan karakter yang kuat akan berhasil. Jangan adik-adik kira, usaha saya ini langsung besar seperti ini. Banyak rintangan dan tantangan yang kami hadapi. Bahkan, pernah usaha kami ini berada di titik nadir dan hampir bangkrut. Namun berkat ketabahan dan keuletan, kami bisa bangkit,” ujar Nofi.

Nofi Candra bersama keluarga besarnya menggeluti usaha pertanian jagung, distribusi pupuk, perbankan, hingga supermarket. Seiring dengan makin besarnya usaha yang digeluti tersebut, Nofi menjadi panutan bagi pengusaha-pengusaha muda di Solok dan Sumbar. Bahkan, pada pemilihan senator (DPD RI) tahun 2014 lalu, Nofi terpilih menjadi salah satu dari empat anggota DPD RI asal Sumbar. Nofi dianggap sebagai perwujudan pengusaha muda sukses yang menjadi inspirator untuk membawa Sumbar ke arah yang lebih baik.

“Saat bergelut di duniausaha, saya fokus membangun bisnis saya sendiri. Di samping membawa masyarakat lain untuk berusaha dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Namun, kini saat menjadi anggota DPD, saya dituntut tidak hanya fokus pada usaha saya sendiri. Tapi juga bagaimana menumbuhkan dan mengembangkan iklim usaha untuk masyarakat Sumbar secara luas. Hal itu juga menjadi tekad saya menjadi anggota DPD RI ini,” ungkapnya.

Nofi juga membagi sedikit trik bagi para pelaku usaha pemula di Sumbar. Salah satunya menyiasati kendala keterbatasan modal dengan memanfaatkan pemodal yang tidak tahu kemana harus menginvestasikan modalnya. Di samping itu, Nofi juga berpesan agar para pengusaha pemula agar pintar membaca pasar dan peluang. Namun, dari sekian banyak trik yang dibagikan, Nofi kembali menekankan faktor kejujuran, kegigihan dan daya inovasi.

“Ingatlah bahwa kejujuran, kegigihan dan daya inovasi adalah kunci keberhasilan. Namun, intinya, jangan pernah takut untuk memulai dan terjun sepenuh hati ke dunia usaha,” tegasnya.

Terkait dengan ekonomi syari’ah, Nofi mengungkapkan konsep ekonomi dan bisnis berbasis Syari’ah telah membuka peluang bagi pelaku bisnis, tak hanya dunia perbankan dan perdagangan, konsep ekonomi berbasis Islam juga telah merambah ke berbagai sektor yang menjadi sentra ekonomi masyarakat seperti sektor pariwisata, perhotelan bahkan ke sektor pendidikan.

“Potensi ini jelas membuka peluang bagi calon-calon ekonom dan pebisnis muda untuk menggaet peluang yang ada. Terutama para mahasiswa yang berasal dari fakultas ekonomi Syari’ah,” ujarnya.

Menurut Nofi, terbukanya peluang bisnis berbasis syari’ah lebih dilatarbelakangi oleh mayoritas penduduk di Indonesia yang beragama Islam. Sementara konsep ekonomi syari’ah sendiri adalah bisnis yang dijalankan sesuai dengan tuntunan Alquran dan Sunnah. Di antaranya melarang melakukan kecurangan, riba, penipuan dan tindakan zalim lainnya.

Untuk menunjang lahirnya ekonom dan pebisnis andal yang berbasis syari’ah di Sumbar, Nofi menawarkan kerjasama dengan pihak fakultas untuk memanfaatkan assetnya berupa ruko di kawasan Padang Luar, sebagai lahan bagi mahasiswa dan Fakultas Ekomomi dan Bisnis Islam IAIN Bukittinggi untuk mengembangkan bisnis berbasis Syari’ah di daerah itu.

“Kita harapkan, dari Bukittinggi ini nantinya lahir para pebisnis andal yang menerapkan konsep syari’ah untuk memajukan perekomomian di Sumbar dan Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Dekan fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bukittinggi, Harfandi, mengungkapkan, kuliah umum tentang prospek dan tantangan bisnis syari’ah ke depan ini, merupakan sebuah peluang dan tantangan dunia ekonomi dan bisnis syari’ah. Menurutnya, bisnis berbasis syari’ah ke depannya akan semakin terbuka. Hal ini menurutnya seiring dengan makin memjamurnya perbankan dan dunia bisnis berbasis Syari’ah di negeri ini.

“Peluang ini harus kita manfaatkan dalam menciptakan sumberdaya manusia yang andal untuk meraih peluang yang ada ke depan,” katanya.

Harfandi juga mengapresiasi kehadiran dan kepedulian senator muda yang lahir sebagai pelaku bisnis ini untuk berbagi pengalaman dengan mahasiswa tentang dunia bisnis di tanah air. “Kehadiran Nofi Candra dalam berbagi pengalaman, sangat membantu bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang didapat di bangku kuliah dengan implementasi di lapangan,” kata Harfandi. (rzl)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply