Pelacuran di Kota Solok Benar-Benar Ada

Pelacuran di Kota Solok Benar-Benar Ada

Polsek Kota Solok Tangkap Mucikari

SOLOK – Personel Kepolisian Sektor (Polsek) Kota Solok menangkap seorang mucikari berinisial MRN (28) saat menggelar transaksi seks di Jalan Berok, depan Pasaraya Solok, Selasa (30/1). Wanita yang sehari-hari adalah seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Simpang Roumbio Kota Solok ini, ditangkap bersama dua perempuan yang diduga pekerja seks komersial (PSK). Keduanya adalah AD (23), pekerja kafe malam dan EM (34), ibu rumah tangga.

Penangkapan terhadap mucikari ini terbilang cukup mengejutkan karena transaksinya dilakukan di tepi jalan umum dan di depan Pasaraya Solok. Bahkan terkesan, penangkapan itu dilakukan terang-terangan dan di tempat yang ramai. Ditambah lagi, personel Polsek Kota Solok menangkap ketiganya sekitar pukul 19.00 WIB.

Kapolsek Solok Kota Kompol Darto, melalui Perwira Unit (Panit) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Kota Solok, Iptu Aam Hermayanto, mengatakan penangkapan berawal dari info adanya aktivitas prostitusi yang dilakukan oleh mucikari MRN di Kota Solok. Info ini kemudian dilakukan pengembangan oleh personel Polsek Kota Solok. Hingga akhirnya didapatkan nomor kontak MRN.

Petugas yang menyamar kemudian melakukan transaksi dengan pelaku dan menyepakati pertemuan di Berok, depan Pasaraya Solok. Di lokasi yang dijanjikan, petugas yang memakai sepeda motor menemui MRN di Berok yang mengendarai mobil. Di atas mobil tersebut, MRN menawarkan petugas yang menyamar dua wanita, AD dan EM. Transaksi pun dilakukan di atas motor dan mobil. Saat didapatkan kepastian bahwa ketiganya merupakan pelaku bisnis prostitusi, petugas kemudian melakukan penangkapan. Ketiganya kemudian digelandang ke Mapolsek Kota Solok untuk pemgembangan dan penyeldikan lebih lanjut.

“Ketiganya ditangkap dan dimintai keterangan untuk proses lebih lanjut. Termasuk mengungkap jaringan lain yang terlibat bisnis prostitusi di Kota Solok. AD merupakan karyawan kafe yang beralamat di Simpang Rumbio. Sementara EM merupakan warga Simpang Sigege, Kelurahan VI Suku Kota Solok,” ungkapnya.

Mucikari (germo) MRN diancam dengan pasal 296 juncto pasal 506 KUHP. Dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan. Pasal 296 KUHP berbunyi; Barang siapa dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan perbuatan cabul oleh orang lain dengan orang lain, dan menjadikannya sebagai pencarian atau kebiasaan, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan. Sementara itu, pasal 506 KUHP berbunyi;Barang siapa menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita dan menjadikannya sebagai pencarian, diancam dengan pidana kurungan paling lama satu tahun. (rijal islamy)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply