Balon Termuda DPD RI, Siapa Tukiman?

Balon Termuda DPD RI, Siapa Tukiman?

Tukiman, Bakal Calon Senator Termuda dari Sumbar
* Anak Desa untuk DPD RI

KPU Sumbar menetapkan sebanyak 26 bakal calon Anggota DPD RI yang akan bertarung pada Pemilu 2019. Dari 26 nama tersebut, ada nama Tukiman yang dinyatakan lolos secara sensasional. Siapa Tukiman?

Laporan RIJAL ISLAMY, Solok

Kamis malam, 26 April 2018, pukul 23.20 WIB di Kantor Komisi Pemilihan Umum Sumbar. Seorang pemuda berpakaian kemeja putih, celana panjang dan sepatu tanpa kaos kaki, memasuki Kantor KPU Sumbar. Penampilannya yang sangat sederhana, membuat dirinya tidak menjadi perhatian di tengah sibuknya KPU Sumbar melakukan penerimaan berkas bakal calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI). Malam itu, merupakan hari terakhir pendaftaran, yang ditutup pukul 24.00 WIB. Identitas pria itu akhirnya diketahui setelah pegawai sekretariat KPU Sumbar memberikan kokarde bertuliskan “CALON”, kepada pemuda yang memakai blangkon (penutup kepala khas Jawa) tersebut.

Tukiman (dua dari kanan) saat menerima hasil pendaftaran dari Komisioner KPU Sumbar Nova Indra di Kantor KPU Sumbar, Kamis malam (26/4).

Sejenak, pandangan-pandangan tak percaya terpancar jelas dari hadirin. Seakan belum bisa menerima bahwa pemuda berblangkon itu adalah salah seorang bakal calon Senator asal Sumbar. Apalagi, dengan wajah khas Jawa dan blangkon di kepalanya, tersirat keraguan tentang keseriusan dirinya akan maju di DPD RI di tengah adat yang kental di Sumbar. Ditambah lagi, para calon yang dinyatakan berkasnya lengkap sejak 22 April 2018, bukan orang-orang sembarangan. Ada dua petahana DPD RI, Emma Yohana dan Leonardy Hamainy. Nama-nama lain juga tak kalah mentereng, seperti mantan kepala daerah, politikus, pejabat tingkat Pemprov, hingga tokoh sosial kemasyarakatan.

Nama Tukiman akhirnya dipanggil oleh panitia pendaftaran KPU Sumbar. Bersama liaison officer (LO) dan sejumlah temannya, Tukiman menghadap dan menyerahkan berkas fotokopi KTP dukungan terhadap dirinya. Verifikasi pendaftaran tidak berlangsung lama. Hanya 15 menit, berkas Tukiman dinyatakan lengkap dan memenuhi syarat untuk pencalonan Anggota DPD RI. Ketua KPU Sumbar Amnasmen dan Komisioner KPU Nova Indra melakukan prosesi penyerahan tanda terima kelengkapan pendaftaran. Tak lupa, keduanya memuji kelengkapan dan kerapian berkas persyaratan Tukiman.

Tukiman
Balon DPD RI Termuda asal Sumbar.

Siapa Tukiman?

Nama Tukiman bagi sebagian masyarakat Sumbar masih terdengar asing. Hal yang lumrah, karena pria kelahiran 5 Juli 1981 tersebut, selama ini fokus menjadi petani bawang di Nagari Sungai Janiah, Kabupaten Solok dan mengurus perkebunan sawitnya di Pasaman Barat. Namun, pria keturunan Jawa, kelahiran Desa Baru Pasaman Barat dan menjadi sumando di Nagari Sungai Janiah Kabupaten Solok tersebut, adalah Ketua Umum Garda Desa Indonesia. Sebuah organisasi yang fokus pada peningkatan potensi dan ekonomi desa/nagari/jorong.

“Garda Desa Indonesia fokus pada pembangunan ekonomi berbasis produk desa. Terutama produk unggulan yang diharapkan mampu bersaing baik di tingkat lokal, regional dan internasional. Salah satu produk unggulan itu adalah Rendang Paku dari Pasbar yang sudah diekspor hingga ke Singapura. Pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan elemen-elemen ekonomi lainnya,” ujar Ayah lima anak ini.

Mengenai pilihannya ke DPD RI di hidupnya yang terbilang sangat mapan, Tukiman menyatakan hal itu tidak lebih untuk misinya menguatkan peran masyarakat desa, nagari dan jorong. Salah satunya adalah bagaimana mengembalikan kedudukan jorong secara administratif dan hak, sama seperti desa. Tukiman menyatakan, saat ini dengan menyamakan nagari sebagai desa, masyarakat Sumbar banyak dirugikan. Salah satunya dalam Alokasi Dana Desa (ADD), penyamaan nagari dengan desa, membuat alokasi tidak adil.

“Saya memilih DPD, karena posisinya yang independen. Walaupun fungsi DPD saat ini dinilai berbagai pihak belum maksimal, namun ke depan, tentu akan ada penguatan. DPD tentu tidak bisa disamakan haknya dengan DPR, karena DPD ditujukan sebagai sarana perjuangan daerah. Misalnya tentang perjuangan memaksimalkan potensi daerah. Tentu saja DPD punya saluran untuk memperjuangkan adanya regulasi, agar potensi di daerah bisa maksimal,” ungkapnya.

Tentang identitasnya yang keturunan suku Jawa, di Sumbar yang mayoritas Minangkabau, Tukiman menegaskan hal itu bukanlah sebuah kekurangan. Pria yang merupakan “Sumando” di Nagari Sungai Janiah, Kabupaten Solok itu, justru menilainya sebuah kelebihan. Menurutnya, keturunan suku Jawa adalah suku terbanyak kedua, yang tersebar di seluruh wilayah. Ditambah lagi statusnya yang merupakan Urang Sumando, Tukiman meyakini elektabilitas (keterpilihan) dirinya semakin tinggi.

“Saya Urang Sumando Niniek Mamak. Selama ini, antara Suku Jawa dengan Suku Minang, serta suku-suku lain di Sumbar ini, telah hidup berdampingan dengan rukun dan saling mendukung. Warna-warni itu lah yang membuat kita bisa maju dan berkembang maksimal,” ujarnya.

Dalam penyerahan dukungan ke KPU Sumbar, Tukiman menyerahkan sebanyak 2.552 fotokopi KTP. Lebih seribuan fotokopi KTP tersebut justru berasal dari Kabupaten Solok. Lalu sebanyak 400-an berasal dari Kabupaten Pasaman Barat, dan sisanya dari sembilan daerah lain di Sumbar. Dengan tagline “Anak Desa Untuk DPD RI”, Tukiman optimistis dirinya akan mampu bersaing dan meraup suara yang cukup untuk meraih satu kursi dan alokasi empat kursi DPD RI asal Sumbar. Tidak hanya dari kantong-kantong suara di daerah yang didiami keturunan Suku Jawa, tapi di seluruh daerah di Sumbar.

“Saya putra Pasaman, Sumando Rang Solok, Suku Jawa, tapi sesuai pepatah dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung, saya berbuat dan berjuang untuk Sumatera Barat,” tegasnya. (***)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply