BPN Lakukan Pengukuran Tanah Polsek Singkarak

BPN Lakukan Pengukuran Tanah Polsek Singkarak

SINGKARAK – Kepolisian Sektor (Polsek) X Koto Dibawah atau biasa disebut Polsek Singkarak dipastikan segera membenahi kondisi kantornya untuk meningkatkan layanan ke masyarakat. Hal itu terlihat dari datangnya petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Solok untuk melakukan pengukuran tanah Polsek tersebut, Selasa (18/12). Pengukuran tanah tersebut disaksikan langsung Kapolsek X Koto Singkarak Iptu Ahmad Ramadhan, personel Polsek, Wali Nagari Singkarak Amran, Sekretaris KAN Singkarak Dasril Dt Sinaro Sati dan masyarakat sekitar yang berbatas sepadan. Turut hadir Kapolsek Junjung Sirih Iptu Agustiarman, yang merupakam mantan Kapolsek X Koto Singkarak. 

Dua pegawai BPN Kabupaten Solok, Rinaldo dan Fajar Fahrezi melakukan pengukuran dan memasang patok batas tanah milik Polsek Singkarak. Pengukuran dan pemasangan patok tersebut juga disaksikan masyarakat yang berbatas sepadan. Yakni Zainul Jenggo (43) dan Defrial (56) yang merupakan orang kepercayaan pemilik tanah sebelah timur, Nursyam. 

Saat pengukuran dan pemasangan patok, Defrial menyatakan batas tanah Polsek Singkarak dengan tanah milik Nursyam, harus diperjelas terlebih dahulu. Menurut Defrial, pemilik tanah Nursyam mengingatkan agar pemasangan patok dan pengukuran tanah tersebut jangan sampai melewati atau masuk wilayah tanahnya. Disebutkannya, panjang tanah arah belakang tidak sesuai lagi dengan yang keadaan sebenarnya. Menurut versi Nursyam panjang tanah miliknya sebelah belakang ukuran 23 depa.

“Artinya bangunan rumah dinas Kapolsek yang lama berada dekat  perabot, berada di atas tanah milik Buk Nursyam. Yakni lebar depan 12 depa. Sementara versi Polsek Singkarak, 21 meter x 12 meter,” ujar Defrial. 

Komplain dari orang kepercayaan Nursyam tersebut, kemudian dimediasi petugas BPN dan personel Polsek Singkarak. Kapolsek Singkarak Iptu Ahmad Ramadhan menyatakan pihaknya berjanji tidak akan merugikan masyarakat pemilik tanah. Dijelaskannya, sebagai lembaga pelindung, pengayom dan penegak hukum, pihaknya tidak ingin masyarakat merasa dirugikan.

“Tentu, kita tidak ingin masyarakat merasa dirugikan dengan batas tanah ini. Kita akan carikan solusi dan melakukan penyelesaian secara humanis,” ujarnya. 

Hal ini dikuatkan dengan pernyataan dari Walinagari Singkarak H Arman, bahwa pihaknya akan membantu memfasilitasi persoalan batas tanah tersebut. Menurutnya, secara pribadi atau pemerintah nagari, akan memberikan pengertian dan pemahaman kepada Nursyam tentang batas tanah dengan Polsek Singkarak.

“Kita akan bantu memfasilitasi dan mendudukkan batas tanah sebenarnya. Sehingga, baik Buk Nursyam maupun pihak Polsek tidak ada yang merasa dirugikan,” ujarnya. 

Sementara itu, Sekretaris KAN Singkarak Dasril Dt Sinaro Sati mengharapkan pihak Polsek Singkarak dan pemilik tanah sepadan bisa duduk bersama dan mencari penyelesaian win win solution (sama-sama menang). Apalagi menurutnya, Polsek Singkarak merupakan institusi pelayanan masyarakat.

“Kita harapkan kedua pihak segera duduk bersama, sehingga batas tanah menjadi jelas dan disepakati dengan sama-sama senang. Sehingga tidak ada yang merasa dirugikan,” ujarnya. 

Sementara itu, petugas BPN Kabupaten Solok menyatakan hasil pengukuran keadaan fisik bidang tanah Mapolsek X Koto Dibawah kemarin sesuai dengan peta fisik bidang tanah yang diukur pada tahun 2003 lalu. Terkait dengan adanya kemungkinan dengan pihak Nursyam, petugas BPN menyarankan agar diselesaikan terlebih dahulu. Sesuai peta bidang tanah, Polsek Singkarak memiliki luas 3.000 meter. (rijal islamy)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply