Disdukcapil Kota Solok Musnahkan 2.466 KTP-E Rusak atau Invalid

Disdukcapil Kota Solok Musnahkan 2.466 KTP-E Rusak atau Invalid
Pemusnahan KTP-E dengan cara dibakar di depan Balaikota Solok, Jumat (21/12).

SOLOK – Sebanyak 2.466 Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-E) dimusnahkan dengan cara dibakar di depan Balaikota Solok, Jumat (21/12). KTP-E yang dimusnahkan tersebut dinilai sudah invalid dan rusak. Prosesi pemusnahan tersebut dipimpin langsung Walikota Solok Zul Elfian, dan disaksikan Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, Dandim 0309 Solok Letkol ARH Priyo Iswahyudi, Ketua DPRD Kota Solok Yutris Can, Anggota KPU Kota Solok Jonnedi, Anggota Bawaslu Kota Solok Budi Santosa, Kepala Disdukcapil Kota Solok Syaiful Rustam, Ketua LKAAM Rusli Khatib Sulaiman, Bundo Kandung Milda Murniati, wartawan dan ASN Pemko Solok.

Walikota Solok Zul Elfian menandatangani berita acara pemusnahan KTP-E.

Walikota Solok Zul Elfian menyatakan pemusnahan KTP-E tersebut telah menjadi isu nasional. Menurutnya, pemusnahan KTP-E tersebut, agar tidak disalahgunakan. Terutama untuk Pemilu 17 April 2019. Apalagi menurutnya, saat ini sedang dalam masa-masa politik. Zul Elfian berharap, Disdukcapil Kota Solok untuk proaktif dan jemput bola, terhadap kemungkinan masih adanya KTP-E rusak dan invalid yang masih ada.

“Di masa-masa politik sekarang, isu adanya KTP-E yang tercecer di berbagai tempat yang berjumlah ribuan, telah menjadi isu nasional. Karena itu, kita harus berperan aktif agar kekhawatiran ini tidak terjadi. Disdukcapil agar jemput bola, sehingga tidak ada lagi KTP-E rusak dan invalid yang bisa disalahgunakan. Jika ditemukan, segera musnahkan dengan membuat berita acaranya,” ujarnya. 

Sementara itu Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Solok Syaiful Rustam menyatakan pemusnahan KTP-E dengan cara dibakar ini merupakan kegiatan perdana di Kota Solok. Menurut Syaiful, ke depannya akan ada pemusnahan lanjutan. Sesuai dengan surat edaran (SE) Mendagri No 470.13./11176/SJ tentang Penatausahaan KTP-el rusak atau invalid, tanggal 13 Desember 2018, dan SE Mendagri No. 471.13/24149/Dukcapil tanggal 17 Desember 2018, tentang pelaksanaan Pemusnahan KTP Invalid dan rusak dengan cara dibakar.

“KTP-E yang dibakar tersebut merupakan KTP-E yang tidak berlaku lagi. Yakni pencetakan tahun 2011 hingga 2013. KTP-E tersebut dikumpulkan dari kelurahan-kelurahan dan Kantor Disdukcapil Kota Solok. KTP-E tersebut merupakan KTP-E yang tidak dijemput warga, atau yang telah rusak,” tegasnya.

Syaiful Rustam juga menyatakan bahwa saat ini, Disdukcapil Kota Solok telah melakukan perekaman dan pencetakan KTP-E dengan persentase 95,8 persen, dari 49.719 wajib KTP di Kota Solok. Hingga saat ini, perekaman KTP-E terhadap warga yang belum memiliki KTP-E dan warga yang berubah datanya, serta KTP-E rusak terus dilakukan.

“Perekaman data dan pencetakan dilakukan terhadap warga yang belum memiliki KTP-E. Kemudian yang berubah datanya, seperti misalnya sebelumnya status belum kawin menjadi sudah kawin. Kemudian penggantian KTP yang rusak karena patah atau sebab-sebab lainnya,” terangnya.

Pemusnahan KTP-E dengan cara dibakar di depan Balaikota Solok, Jumat (21/12).

Dari data Disdukcapil Kota Solok, di Kecamatan Lubuk Sikarah, KTP-E yang rusak atau invalid terbanyak berasal dari kelurahan VI Suku dengan jumlah sebanyak 120 keping. Sementara di Kecamatan Tanjung Harapan, Kelurahan Pasar Pandan Airmati (PPA) terdapat 187 KTP-E rusak atau invalid. Sedangkan di Kantor Disdukcapil terdapat KTP-E rusak atau invalid sebanyak 1.518 keping. (rijal islamy)

 

KTP-E Rusak atau Invalid

Kecamatan Lubuk Sikarah

– IX Korong 7

– Sinapa Piliang 38

– VI Suku 120

– Aro IV Korong 79

– Simpang Rumbio 100

– KTK 38

– Tanah Garam 8

Kecamatan Tanjung Harapan

– Laing 5

– Nan Balimo 84

– Kampung Jawa 83

– Tanjung Paku 86

– PPA 187

– Koto Panjang 11

Kantor Disdukcapil 1.518

Total 2.466 keping.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply