Dodi Hendra Minta Pemerintah Berdayakan Kelompok Tani

Dodi Hendra Minta Pemerintah Berdayakan Kelompok Tani
Tokoh Muda Kabupaten Solok Dodi Hendra (dua dari kiri) saat menerima kunjungan dan menerima aspirasi dari pengurus Kelompok Tani Puncak Kajai Saiyo, Nagari Koto Hilalang, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, di kediamannya di Koto Hilalang, Jumat malam (28/12).

SOLOK – Tokoh muda Kabupaten Solok, Dodi Hendra Dt Pandeka Sati, meminta Pemerintah Kabupaten Solok untuk memberdayakan kelompok tani di daerah penghasil beras ternama tersebut. Menurut Dodi, daerah yang terkenal dengan “Bareh Solok” tersebut, harus memprioritaskan sektor pertanian. Sebab, mayoritas penduduk Kabupaten Solok menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian. Salah satu garda terdepan dalam kemajuan sektor pertanian adalah dengan memberdayakan kelompok tani. Hal itu diungkapkan Dodi Hendra saat menerima penyampaian aspirasi pengurus Kelompok Tani (Keltan) Puncak Kajai Saiyo, Nagari Koto Hilalang, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, di kediamannya, Jumat malam (28/12).

“Potensi dan keunggulan utama Kabupaten Solok adalah sektor pertanian. Apalagi, mayoritas masyarakat Kabupaten Solok menggantungkan hidupnya dari pertanian. Karena itu, sektor ini harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah,” ungkapnya.

Tokoh Muda Kabupaten Solok Dodi Hendra (dua dari kiri) saat menerima kunjungan dan menerima aspirasi dari pengurus Kelompok Tani Puncak Kajai Saiyo, Nagari Koto Hilalang, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, di kediamannya di Koto Hilalang, Jumat malam (28/12).

Dodi Hendra juga menyatakan pemberdayaan kelompok tani, merupakan jalan terbaik dalam meningkatkan hasil dan pola pertanian. Selain itu, Dodi Hendra juga menegaskan dengan memberdayakan kelompok tani, penyerapan program pemerintah, baik dari tingkat kabupaten, provinsi hingga pusat, bisa lebih optimal.

“Kelompok Tani merupakan saluran yang paling tepat dalam upaya penyerapan teknologi, pola, dan program pertanian. Sebagai pelaku di lapangan, mereka paling mengerti dengan kebutuhan mereka sendiri. Jadi kuncinya adalah pemberdayaan,” ungkapnya. 

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Puncak Kajai Saiyo, Kamrina, didampingi Sekretaris, Yasti, menyatakan saat ini Keltan-nya aktif memberdayakan masyarakat di Nagari Koto Hilalang, Kecamatan Kubung Kabupaten Solok. Menurutnya, Keltan Puncak Kajai Saiyo, bergerak di berbagai sektor, mulai dari tanaman pangan, peternakan, holtikultura, tanaman obat keluarga hingga industri rumah tangga, khususnya makanan olahan.

“Keltan Puncak Kajai Saiyo didirikan sebagai upaya memberdayakan masyarakat agar lebih maksimal dalam produksi. Sebab, selama ini masyarakat masih bercocok tanam secara tradisional, sehingga hasilnya tidak signifikan untuk menunjang perekonomian. Setelah adanya kelompok tani ini, sejumlah program dan bantuan dari pemerintah sudah mulai dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi,” ujarnya.

Yasti juga menambahkan, Keltan Puncak Kajai Saiyo juga berharap sentuhan dari pemerintah. Sehingga, profesi petani bisa dibanggakan dan mampu menarik minat generasi muda.

“Kita juga ingin merangkul lebih banyak anggota, khususnya anak-anak muda. Karena sekarang ini mayoritas pelaku usaha di bidang pertanian adalah orang tua. Mimpi kita adalah bagaimana kita bisa mengedukasi mereka. Dari situ diharapkan ke depan akan lebih banyak anak muda yang mau terjun ke bidang usaha pertanian,” ujarnya.

Program Kartu Sehat

Sebelumnya, Dodi Hendra yang merupakan Sekretaris Pengurus Daerah (PD) Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria) Sumbar membuat terobosan baru dalam pengabdian ke masyarakat. Terbaru, melalui sayap tertua Partai Gerindra tersebut, meluncurkan program kartu sehat. Yakni berobat gratis bagi masyarakat, hingga rawat jalan. Saat ini, sudah lebih dari 5 ribuan kepala keluarga di Sumbar yang tersentuh program tersebut.

Salah satu posko pendaftaran dan operasional Kartu Sehat Satria.

Sekretaris PD Satria Sumbar Dodi Hendra Dt Pandeka Sati, menyatakan program tersebut merupakan upaya PD Satria Sumbar untuk berkontribusi bagi peningkatan taraf hidup masyarakat. Terutama di bidang kesehatan. Menurutnya, program ini dipilih karena kesehatan merupakan salah satu kebutuhan utama masyarakat.

“Kami mencoba untuk selalu berbuat yang terbaik untuk masyarakat. Dengan adanya program berobat gratis ini, masyarakat bisa terbantu dalam peningkatan taraf hidupnya. Sebab, kesehatan merupakan kebutuhan utama masyarakat saat ini,” terangnya.

Sekretaris PD Satria Sumbar Dodi Hendra Dt Pandeka Sati (kiri), bersama tenaga medis, menunjukkan Kartu Sehat Satria.

Dodi Hendra juga menyatakan, program ini merupakan salah satu program yang diperintahkan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Satria, Mohammad Nizar Zahro. Serta dukungan Ketua Pembina PP Satria,  Ahmad Muzani. Menurutnya, hal ini diharapkan menjadi kontribusi nyata Satria di seluruh daerah.

“Ini merupakan kontribusi nyata Satria ke masyarakat. Sebab, saat ini masyarakat sudah cerdas. Mereka butuh bukti dan pengabdian nyata. Jadi bukan hanya cerita dan janji-janji, tapi aplikasi langsung,” tegasnya.

Salah satu pos kesehatan yang bekerja sama dan menerima pelayanan Kartu Sehat Satria.

Dalam menjalankan program tersebut, Dodi Hendra menyatakan Satria memiliki metode pendataan yang bagus. Sehingga, program tersebut tidak tumpang tindih dengan program pemerintah seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS), atau program dari organisasi lainnya. Setiap warga penerima Kartu Sehat, adalah mereka yang tidak menerima program sejenis.

“Program ini juga didukung dengan tenaga medis profesional. Bekerja sama dengan sejumlah Pos Kesehatan terpercaya. Pendataan untuk penerima dilakukan secara rapi, sehingga masyarakat akan merasakan manfaat program ini secara maksimal,” ungkapnya. 

Dodi Hendra juga berharap program ini akan berlangsung secara berkesinambungan. Sehingga, berbagai keluhan penyakit yang dialami masyarakat bisa ditanggulangi. Terutama penyakit dan keluhan kesehatan, seperti pengecekan gula darah, jantung, cek tekanan darah (tensi) dan sebagainya. Untuk mencegah pemalsuan, Kartu Sehat Satria dibekali nomor registrasi dan identitas unik.

“Semua pengobatan dan pengecekan kesehatan tidak berbayar alias gratis. Jika warga sudah mengetahui segala keluhan mereka, maka dengan berobat gratis rawat jalan dapat membantu menyehatkan dan melancarkan aktivitas sehari-harinya,” ungkapnya. (rijal islamy)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply