Kinerja Lebihi Target, Kapolres Justru Minta Peningkatan yang Lebih Menantang

Kinerja Lebihi Target, Kapolres Justru Minta Peningkatan yang Lebih Menantang
Konferensi pers tentang "Refleksi Kinerja Polres Solok Kota 2017" di Mapolres Solok Kota, Sabtu (29/12).

SOLOK – Kata siapa menjadi personel Polres Solok Kota di bawah kepemimpinan Kapolres AKBP Dony Setiawan “enak”. Bekerja di bawah perwira asal Palembang, Sumsel, tersebut tidak ada cerita bakal bekerja santai. Meski capaian kinerja sudah melebihi target sekalipun, personel tetap dibebankan target yang lebih menantang ke depannya. Hal itu terungkap saat Polres Solok Kota menggelar konferensi pers “Refleksi Kinerja Polres Solok Kota 2017” di Mapolres Solok Kota, Sabtu (29/12). Kegiatan itu dihadiri Wakapolres Kompol Budi Prayitno, Kabag Ops Kompol Bresman Simanjuntak, Kabag Sumda Kompol Irwan Zani, Kasat Sabhara AKP Poniman, Kasat Reskrim AKP Zamri Elfino, Kasat Lantas Iptu Sugeng Riadi, Kasat Binmas Iptu Laydi, Kasat Intelkam Iptu Luhur Fachri Utomo, dan jajaran Polres Solok Kota lainnya.

“Meskipun secara keseluruhan Polres Solok Kota telah berhasil meraih capaian kinerja yang melebihi target, namun kita tetap harus meningkatkan capaian kinerja. Yakni dengan menyusun target kinerja yang lebih realistis dan menantang serta berbasis anggaran dan berorientasi pada kebutuhan dan harapan masyarakat,” tegasnya.

AKBP Dony Setiawan, S.I.K, MH.
Kapolres Solok Kota

Kapolres Dony Setiawan yang diangkat menjadi warga kehormatan Kota Solok dan dianugerahi gelar sangsako adat Datuk Pandeka Rajo Mudo, menyatakan peningkatan kinerja selaras dengan peningkatan kualitas pelayanan publik. Sehingga, bermuara pada peningkatan kepercayaan masyarakat.

“Penghargaan yang diraih baik dari masyarakat, instansi pemerintah dan bahkan dari Kementerian sebagai wujud nyata keberhasilan jajaran Polres Solok Kota, harus berimplikasi untuk menjawab kebutuhan dan harapan dari masyarakat kepada institusi Polri,” ingatnya.

Dalam ekspose akuntabilitas kinerja sepanjang tahun 2018 di Polres Solok Kota tersebut, menerangkan bahwa ekspose akuntabilitas kinerja ini merupakan aplikasi Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 7 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Perkap Nomor 20 Tahun 2012 Tentang Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Di Lingkungan Polri.

“Berdasarkan Perkap tersebut, pelaporan dan ekspose akuntabilitas kinerja selama periode satu tahun wajib kita laksanakan sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja Polri dalam penggunaan anggaran yang telah diberikan oleh negara,” ujar Dony.

Kedekatan personel Polres Solok Kota dengan mahasiswa dan pelajar

Dony menguraikan bahwa secara keseluruhan, dari 7 sasaran strategis yang ingin dicapai, kinerja Polres Solok Kota tahun 2018 dalam Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) telah mencapai dan bahkan melebihi target kinerja yang telah ditetapkan.

Sasaran strategis pertama yaitu; “Tergelarnya kekuatan Personel secara profesional” dengan indikator kinerja:

1. Persentase personel di seluruh Polsek, dengan target 48 %, dapat direaliasikan 43 % sehingga diperoleh capaian kinerja sebesar 90 %.

2. Persentase Polsek di Kecamatan, dengan target 86 %, dapat direaliasikan 86 %, sehingga diperoleh capaian kinerja sebesar 100 %.

3. Persentase Bhabinkamtibmas di Polsek-Polsek, dengan target 100%, dapat direalisasikan 100 %, sehingga diperoleh capaian kinerja sebesar 100 %.

Sasaran strategis kedua yaitu; “Meningkatkan pelayanan publik”, dengan indikator kinerja:

1. Persentase kepuasan masyarakat terhadap pelayanan Polri, dengan target 65 %, dapat direaliasikan 67%, sehingga diperoleh capaian kinerja sebesar 103 %.

2. Persentase penyelesaian komplain masyarakat terhadap pelayanan Polri, dengan target 75 %, dapat direaliasikan 100 %, sehingga diperoleh capaian kinerja sebesar 133 %.

3. Persentase penyelenggaraan pengawasan dan pemeriksaan di tingkat Polres dan Polsek, dengan target 100 %, dapat direalisasikan 100 %, sehingga diperoleh capaian kinerja sebesar 100 %.

Sasaran strategis ketiga yaitu; “Terkelolanya situasi kamtibmas melalui peningkatan peran intelijen”, dengan indikator kinerja:

1. Persentase informasi intelijen yang didistribusikan ke lintas sektoral, dengan target 45 %, dapat direaliasikan 75 %, sehingga diperoleh capaian kinerja sebesar 166, 67 %.

2. Persentase informasi intelijen yang didistribusikan ke fungsi lain, dengan target 45 %, dapat direalisasikan 70 %, sehingga diperoleh capaian kinerja sebesar 155, 56 %.

Polres Solok Kota menjadi tempat yang nyaman bagi seluruh elemen masyarakat.

Sasaran strategis keempat yaitu; “Kerja sama dengan instansi terkait”, dengan indikator kinerja berupa jumlah kerja sama dengan instansi terakait yang ditargetkan sebanyak 23 kerja sama, dapat direalisasikan sebanyak 24 kerja sama, sehingga diperoleh capaian kinerja sebesar 104,35 %.

Sasaran strategis kelima yaitu; “Tergelarnya Bhabinkamtibmas di setiap Desa/Kelurahan dalam rangka implementasi Polmas dan melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan gejala sosial masyarakat”, dengan indikator kinerja:

1. Persentase penyelesaian permasalahan yang dilakukan Bhabinkamtibmas, dengan target 80 %, dapat direalisasikan 86,05 %, sehingga diperoleh capaian kinerja sebesar 107, 56 %.

2. Jumlah komunitas masyarakat yang membantu tugas kepolisian dalam menciptakan Kamtibmas, dengan target sebanyak 7 komunitas, dapat direalisasikan sebanyak 9 komunitas, sehingga diperoleh capaian kinerja sebesar 128, 57 %.

Konferensi pers tentang “Refleksi Kinerja Polres Solok Kota 2017” di Mapolres Solok Kota, Sabtu (29/12).

Sasaran strategis keenam yaitu; “Meningkatnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas”, dengan indikator kinerja berupa :

1. Persentase penurunan trend jumlah laka lantas, dengan target penurunan 5 %, dapat direalisasikan sebesar 16, 33 % sehingga capaian kinerja sebesar 327 %.

2. Persentase penurunan korban laka lantas meninggal dunia, dengan target penurunan 2 orang, dapat direalisasikan sebanyak 8 orang, sehingga diperoleh capaian kinerja sebesar 400 %.

3. Persentase penyelesaian kasus laka lantas, dengan target penyelesaian 70 %, dapat direaliasikan sebesar 81 %, sehingga diperoleh capaian kinerja sebesar 116 %.

Sasaran strategis ketujuh yaitu; “Meningkatnya penyelesaian tindak pidana” dengan indikator kinerja berupa persentase penyelesaian tindak pidana, dengan target sebesar 60 %, dapat direalisasikan sebesar 78,60 %, sehingga diperoleh capaian kinerja sebesar 131 %. (rijal islamy)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply