Kongres PSSI Kabupaten Solok, Mambangkik Batang Tarandam

Kongres PSSI Kabupaten Solok, Mambangkik Batang Tarandam

Save Sepakbola Kabupaten Solok

Ironi dan anomali terjadi di dunia persepakbolaan Kabupaten Solok. Sebagai salah satu daerah penghasil bakat dan talenta pesepakbola di Sumbar, ternyata sudah tiga tahun ini, Kabupaten Solok tidak memiliki Ketua PSSI yang definitif. Akibatnya, sejumlah iven mandek dan dunia sepakbola berada di titik nadir. Puncaknya, cabang sepakbola Kabupaten Solok harus “menanggung malu”, absen di Porprov Sumbar 2018. Berangkat dari keprihatinan mendalam tersebut, sejumlah pencinta, pelaku dan pejuang sepakbola Kabupaten Solok berembuk dan merencanakan kongres untuk memilih Ketua PSSI Kabupaten Solok pada Kamis, 27 Desember mendatang.

Pada Porprov Sumbar 2018, beberapa waktu lalu, hanya dua daerah yang tidak mengikuti cabang sepakbola. Yakni Kabupaten Solok dan Kabupaten Kepulauan Mentawai. Tentu saja, hal itu tidak berarti Kabupaten Solok setara dengan Mentawai dalam dunia sepakbola. “Kesedihan” semakin mendalam saat adik bungsu, Kabupaten Solok Selatan, melaju ke partai final Porprov. Meski kalah 0-1 dari tuan rumah Kabupaten Padang Pariaman, Solok Selatan mampu menyelamatkan “muka” Solok Raya.

Di sisi lain, sebuah klub profesional lahir di Solok Raya (Kota Solok, Kabupaten Solok, Solok Selatan) pada 4 September 2017. Meski di-launching di Kota Solok, klub dengan kostum kandang putih hijau tersebut menjuluki dirinya “Pandeka Gunung Talang”. Meski Gunung Talang berada di Kabupaten Solok, Solok FC justru “hanya” mendapat dukungan dari Pemko Solok. Walikota, Wakil Walikota, pejabat, pegawai, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, hingga masyarakat Kota Solok selalu menyempatkan diri menyaksikan laga Solok FC di Liga 3 PSSI Regional Sumbar dan Regional Sumatera.

Hasilnya, Solok FC mampu menjuarai Liga 3 PSSI Regional Sumbar setelah di partai final mengalahkan Batang Anai FC (Kabupaten Padang Pariaman). Sebelum ke partai puncak, Solok FC mampu melangkahi tim-tim dengan nama besar di Sumbar. Seperti PSP Padang, PS GAS Sawahlunto, Persiju Sijunjung, dan tim-tim kuat lainnya. Bahkan, Pandeka Gunung Talang berhasil lolos ke babak 16 besar Liga 3 PSSI putaran nasional. Mereka mampu mengungguli tim-tim kuat asal Sumatera seperti PSDS Deli Serdang, Medan Utama, Bhinneka FC, hingga PSBL Langsa Aceh.

Kesuksesan Solok FC tidak terlepas dari peran Chief Executive Officer (CEO) Verry Mulyadi dan Sekretaris Umum Alfis Primatra. Perlu diingat, baik Verry Mulyadi maupun Alfis Primatra merupakan putra asli Kabupaten Solok. Meski keduanya besar di Kota Padang, karena orang tuanya bekerja di PT Semen Padang, Verry dan Alfis tidak melupakan leluhurnya di Kabupaten Solok. Verry Mulyadi berasal Galagah, Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok. Sementara Alfis Primatra asli Guguk, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.

Verry Mulyadi dan Alfis Primatra juga mengukir sejarah di kepengurusan PSSI Pusat. Verry terpilih sebagai anggota Executive Committee (Exco) PSSI, sedangkan Alfis duduk di komite tetap PSSI periode 2016-2020. Penting diingat, bahwa Verry Mulyadi merupakan anggota Exco PSSI pertama dan satu-satunya asal Kabupaten Solok. Saat ini, dua orang wakil Sumbar duduk di Exco PSSI. Seorang lainnya adalah Anggota DPR RI, Refrizal.

Sehingga, mati surinya persepakbolaan Kabupaten Solok saat ini sangat tidak masuk akal. Kenyataan ini, “memaksa” Verry Mulyadi dan Alfis Primatra untuk membenahi kembali persepakbolaan Kabupaten Solok. Keduanya kemudian merangkul para pelaku sepakbola Kabupaten Solok, mulai dari pelatih, pengurus sekolah sepakbola (SSB), mantan pemain Persikas Kabupaten Solok, Pemkab Solok, DPRD, hingga pecinta sepakbola. Dari sejumlah pertemuan, akhirnya didapatkanlah mandat dari PSSI Sumbar untuk menggelar kongres pada 27 Desember nanti.

Kongres di Alahan Panjang Resort, Kamis, 27 Desember 2018 tersebut akan memilih Ketua dan lima orang Exco PSSI Kabupaten Solok, sesuai dengan statuta PSSI. Dari data terakhir, sebanyak 38 klub se-Kabupaten Solok memiliki hak suara, dengan aturan satu klub satu suara. Solok FC, Persikas dan Askab PSSI Kabupaten Solok tidak memiliki hak suara, karena telah menjadi voters (hak suara) di PSSI Sumbar.

Meski belum ada yang mendaftar sebagai Ketua dan Exco PSSI Kabupaten Solok, sejumlah nama sudah bermunculan di bursa. Mereka adalah Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin, Anggota DPRD Kabupaten Solok Septrismen, serta sejumlah nama lainnya.

Akhirnya, selama mengikuti kongres dengan niat membangkitkan kembali persepakbolaan Kabupaten Solok. Karena, untuk menyelamatkan dan membangkitkan persepakbolaan, harus dimulai dengan niat baik dan membentuk kepengurusan yang baik. (rijal islamy)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply