Stadion Wijaya Kusuma Cilacap, Fasilitas Eksklusif Tim Liga 3

Stadion Wijaya Kusuma Cilacap, Fasilitas Eksklusif Tim Liga 3
Ruang Ganti Pemain di Stadion Wijaya Kusuma, Cilacap, Jawa Tengah.

Lebih Dekat dengan Stadion Wijaya Kusuma, Cilacap, Jawa Tengah
* Fasilitas Eksklusif Tim Liga 3

Penunjukan Stadion Wijaya Kusuma, kandang tim PSCS Cilacap, sebagai tuan rumah laga Grup B babak 32 Besar Liga 3 PSSI Putaran Nasional, menguak betapa eksklusifnya fasilitas yang dimiliki. Meski PSCS Cilacap kini bertarung di Liga 3, namun fasilitas yang dimiliki, setara dengan stadion-stadion tim yang berlaga di Liga 1. 

CILACAP – Pertama mendengar nama Cilacap, sebagian besar kita langsung tertuju pada Nusakambangan. Ya, sebuah pulau di Cilacap yang memiliki penjara paling legendaris di Indonesia. Tempatnya para narapidana kelas kakap dan lokasi eksekusi mati para narapidana teroris, narapidana narkoba dan terpidana mati lainnya. Namun, Cilacap tidak sekadar itu. Daerah yang terletak di pantai selatan Jawa Tengah ini memiliki klub PSCS Cilacap. Sebuah tim yang memiliki gairah dan atmosfir sepakbola luar biasa. Tim berjuluk Hiu Selatan ini, juga memiliki stadion luar biasa, dengan fasilitas layaknya klub-klub Liga 1.

Meski kini berlaga di Liga 3, PSCS Cilacap tetap menjaga citra sebagai tim besar di Jawa Tengah. Sekaligus, menjadikan olahraga, khususnya sepakbola, sebagai sarana utama untuk pembinaan, pendapatan daerah, hingga memberikan citra baik daerah ke seluruh tamu yang datang. Hal ini juga didukung penuh oleh pemerintah setempat, stake holder dan masyarakatnya. Sehingga, setiap tamu yang datang, disambut dengan ramah. Selain sebagai stadion sepakbola, Stadion Wijaya Kusuma juga memiliki fasilitas lintasan atletik yang dimanfaatkan atlet-atlet Cilacap. Stadion ini juga dimanfaatkan maayarakat untuk berolahraga, terlebih di hari libur. 

Stadion Wijaya Kusuma yang berkapasitas 15 ribu penonton, memiliki penataan yang sangat baik. Sejak dari depan gerbang, penataan tempat parkir dan petunjuk di stadion terbilang sangat memadai. Begitu memasuki lapangan, sebuah videotron besar langsung menyita perhatian. Videotron ini digunakan saat laga berlangsung, berupa layar digital yang memuat logo dan skor tim yang bertanding. Videotron di sisi selatan tersebut, juga dapat digunakan untuk menyaksikan tayangan siaran dari pertandingan yang tengah berlangsung.

Di samping pintu stadion, terdapat locker room atau ruang ganti yang terbilang sangat keren. Baik ruang ganti tim tuan rumah maupun tim tamu sama-sama baru dilengkapi kamar bilas pemain dan berpendingin ruangan. Logo PSCS Cilacap dan PSSI berukuran raksasa terpampang di ujung tembok ruang ganti.

“Kami sudah lama punya rencana mengubah fasilitas di stadion. Ini semua demi kenyamanan tim yang bermain di stadion ini, baik tuan rumah atau tamu. Juga jadi salah satu persiapan jika nanti kami kembali ke Liga 2,” jelas manajer PSCS, Bambang Tujiatno terkait renovasi dan fasilitas yang dimiliki Stadion Wijaya Kusuma. 

Bambang Tujiatno juga menyatakan Stadion Wijaya Kusuma juga memiliki instalasi penyiraman rumput. Bambang mengaku, pembenahan stadion dilakukan setelah melihat stadion lain dan menjadi referensi bagi pengelola.

“Kami sering ke stadion tim-tim lain, dan menjadikan fasilitasnya sebagai referensi. Sehingga, tim yang bermain di Stadion Wijaya Kusuma menjadi nyaman,” imbuh Bambang.

Ruang Ganti Pemain di Stadion Wijaya Kusuma, Cilacap, Jawa Tengah.

PSCS sudah mulai menggunakan ruang ganti baru ini saat menjamu PSID Jombang pada babak 32 besar Liga 2 Grup B (25/11/2018). Pada pertandingan itu, PSCS menang 1-0 lewat gol tunggal yang dicetak Imam Witoyo. Selain untuk menggelar Liga 3, Stadion Wijaya Kusuma juga akan kedatangan tamu spesial yakni Persib Bandung di babak 64 besar Piala Indonesia pada 5 Desember 2018.

PSCS Cilacap merupakan satu di antara tim asal Jawa Tengah dengan dukungan finansial baik, namun harus turun kasta musim lalu akibat prestasi menurun. Skuat besutan Jaya Hartono itu kini berjuang kembali ke level Liga 2 dengan menembus babak 32 besar nasional. Salah seorang pemain andalan PSCS adalah mantan pemain Persipura Jayapura dan Persela Lamongan, Jimmy Suparno. 

Selain fasilitas untuk pemain dan offisial tim yang bertanding, pembenahan Stadion Wijaya Kusuma juga dilakukan di fasilitas penonton. Yakni fasilitas keamanan dan bangku penonton. Khususnya pada tribun tertutup atau tribun barat. Tribun tertutup stadion ini tampak lebih cantik dan rapi dengan menggunakan single seat. Warna bangku yang dipilih juga adalah warna kebesaran tim yakni biru.

“Ada sekitar 900-an single seat yang dipasang di tribun tertutup. Kami lakukan ini untuk memberikan kenyamanan lebih pada penonton yang hadir di stadion,” terang Bambang Tujiatno.

Memang, pemasangan singel seat ini tentu sedikit mempengaruhi kapasitas penonton di tribun tertutup. Jika tanpa single seat, saat kondisi full, maka penonton dapat menyaksikan jalannya pertandingan dengan kondisi berdiri. Sehingga, bisa memuat penonton lebih banyak. Namun dengan single seat yang ada, tentunya ada jarak antar bangku, tapi tentu saja memberikan kenyamanan lebih bagi penonton. 

Selain single seat, manajemen PSCS juga membuatkan lorong khusus untuk pemain saat hendak memasuki atau keluar dari lapangan pertandingan. Ini mirip dengan fasilitas yang ada di kandang Bali United. Lorong fleksibel ini bisa ditarik dan kembali didorong jika usai dipakai.

“Lorong ini juga bisa melindungi pemain yang hendak masuk ke ruang ganti dari teror penonton yang bisa saja terjadi,” tambah manajer yang sukses membawa PSCS menjadi jawara di ISC B tahun 2016 lalu. 

Tentu saja, dengan lolosnya Solok FC ke babak 16 Besar Liga 3 PSSI Putaran Nasional, fasilitas yang dimiliki Stadion Wijaya Kusuma, kandang PSCS Cilacap ini, bisa menjadi referensi bagi daerah Solok Raya. Sehingga, Pandeka Gunung Talanh (julukan Solok FC) tidak lagi “menumpang” di Stadion H Agus Salim Padang atau di Stadion M Yamin Sijunjung, saat bertindak sebagai tuan rumah.

Apalagi, kembalinya ke Semen Padang FC ke Liga 1, Kota Solok, Kabupaten Solok, Solok Selatan, bisa menjadi home base alternatif bagi Kabau Sirah (julukan Semen Padang FC). Syaratnya, tentu saja harus memiliki stadion yang lengkap dan nyaman. Minimal, seperti yang dimiliki Stadion Wijaya Kusuma, kandang PSCS Cilacap. Salah satunya adalah Stadion Tuanku Tabing (sebelumnya bernama GOR Batu Batupang), di Nagari Kotobaru, Kecamatan Kubung Kabupaten Solok. Atau stadion yang sedang dibangun Pemko Solok di Kelurahan Laing, Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok. (rijal islamy)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply