Pelajar SMK di Solok Tersangkut Prostitusi Online

Pelajar SMK di Solok Tersangkut Prostitusi Online
Foto: ilustrasi.

SOLOK – Penggerebekan sejumlah kamar hotel di Kota Padang, Sumbar, oleh tim gabungan pada Rabu malam (30/1), mengungkap fakta adanya dugaan praktik prostitusi online di bawah umur di Sumbar. Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumbar menyatakan dari 10 orang yang diamankan, tiga orang terindikasi melakukan kegiatan prostitusi online dengan melibatkan anak di bawah umur.

Dirreskrimum Polda Sumbar Kombes Pol Onny Trimurti Nugroho, melalui Wadir Reskrimum AKBP Muchtar Supiandi Siregar kepada awak media, menyatakan tiga orang yang terlibat masing-masing adalah mucikari F (18), bersama pasangannya DM (22), seorang mahasiswi di Kota Padang. Sementara korban eksplotasi keduanya adalah GLV (16), yang masih berstatus pelajar SMK di Solok.

Foto: Singgalang.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Sumbar, pelaku F yang merupakan mucikari ditetapkan sebagai tersangka atas tindak pidana perlindungan perempuan dan anak serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Sedangkan kekasihnya ditetapkan sebagai saksi dan anak di bawah umur yang dijual sebagai saksi korban.

Sedangkan inisial tujuh orang lainnya yang sempat diamankan empat remaja laki-laki, DPP (17), MRH (17) AP (17) FA (17) dan wanita berinisial RA (18), OC (18) dan DV (19) tidak terbukti terlibat dalam prostitusi anak di bawah umur. Mereka sempat menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumbar dan kemudian dikembalikan kepada orang tuanya masing-masing.

Foto: ilustrasi.

Dikatakan, petugas melakukan penggerebekan usai mucikari melakukan transaksi uang hasil penjualan anak di bawah umur tersebut. Usai dilakukan penangkapan, petugas kemudian melakukan penggeledahan di dalam tiga kamar dan menemukan uang tunai jutaan rupiah, alat kontrasepsi (kondom) serta obat kuat sebagai barang bukti.

“Hasil pemeriksaan yang diduga terlibat praktek prostitusi online melalui salah satu aplikasi sebanyak 3 orang. Mucikari sudah kita tetapkan sebagai tersangka sedangkan dua lainnya saksi dan korban,” kata AKBP Muchtar Siregar, seperti dikutip Singgalang.

Ditegaskan, pihaknya akan menjerat tersangka mucikari ini dengan Undang-Undang perlindungan anak pasal 88 junto pasal 76 i undang-undang nomor 17 tahun 2016 dan atau pasal 2 junto pasal 17 undang-undang no 21 tahun 2017 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun,” ujar Muchtar. (*/PN-001)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply