Projo: Mari Wujudkan Pemilu Damai dan Badunsanak di Kota Solok

Projo: Mari Wujudkan Pemilu Damai dan Badunsanak di Kota Solok

SOLOK – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pro Jokowi (Projo) Kota Solok, Eri Satri Dt Rajo Kuaso, mengharapkan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan pemilihan umum (Pemilu) damai dan badunsanak (bersaudara) di Kota Solok. Eri Satri meminta agar seluruh elemen masyarakat untuk dapat saling menghargai pilihan pribadi masing-masing, menjaga ketertiban, serta menjaga suasana kondusif yang jauh dari hoaks, ujaran kebencian dan politisasi agama. Menurutnya, perbedaan pilihan adalah hal yang lumrah.

Eri Satri Dt Rajo Kuaso

 

“Pemilu adalah pesta demokrasi. Namanya pesta, adalah ajang bersuka cita, bukan sebaliknya. Jangan sampai perbedaan pilihan, menjadikan kita terpecah-belah. Setiap orang memiliki hak menentukan pilihan dengan bebas, tanpa tekanan. Perbedaan pilihan adalah hal lumrah dalam demokrasi. Suasana kondusif harus tetap dijaga. Karena itu, kita harapkan seluruh elemen untuk bisa mengendalikan diri dan sama-sama mewujudkan suasana damai dan kondusif,” ujarnya.

Eri Satri mengungkapkan, secara umum, saat ini Kota Solok dalam keadaan aman, tertib dan kondusif. Meski begitu, Eri Satri mengungkapkan kondisi tersebut bisa saja berubah. Apalagi konstelasi dan eskalasi politik jelang Pemilu 17 April 2019, semakin masif. Karena itu, Eri Satri meminta seluruh pemangku kepentingan seperti KPU, Bawaslu, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan pemuda, serta masyarakat, untuk bersatu mempertahankan suasana kondusif ini.

“Kini, kondisi secara umum di Kota Solok sangat kondusif. Tapi, kita tetap harus waspada. Karena tidak mustahil, dalam masa kampanye ini, akan ada pergerakan yang mengarah kepada gangguan keamanan. Terutama terkait ujaran kebencian, hoaks, hingga politisasi agama,” tegas pria yang juga tokoh adat di Kota Solok ini.

Terkait adanya upaya politisasi agama, Eri Satri meminta seluruh elemen untuk sama-sama menjaga dan menahan diri. Eri Satri menegaskan, dalam aturan kampanye, telah ditegaskan bahwa fasillitas pemerintah, fasilitas pendidikan dan rumah ibadah dilarang dijadikan tempat kampanye.

“Kita tegas menolak masjid dijadikan tempat berkampanye. Mari kita sama-sama menjaga kesucian rumah ibadah,” ujarnya.

Walikota Solok Zul Elfian, Bupati Sijunjung Yuswir Arifin, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, Bupati Dhatmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Bupati Pasaman Yusuf Lubis dan Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi saat deklarasi mendukung Jokowi-Ma’ruf di Padang, Selasa malam (18/9).

Beberapa waktu lalu, Walikota Solok Zul Elfian yang merupakan Ketua Dewan Penasihat Partai NasDem Kota Solok menyatakan dukungan kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Zul Elfian menyatakan, alasan utama dukungan tersebut adalah karena Jokowi dinilai mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Zul Elfian juga menyatakan bahwa selama ini figur Jokowi dikenal sebagai presiden yang mendukung pembangunan di semua sektor.

“Pak Jokowi mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik dan mendukung pembangunan di semua sektor,” ujar Zul Elfian.

Sikap politik Walikota Solok Zul Elfian yang mendukung Capres petahana Joko Widodo-Ma’ruf Amin, ditanggapi berbeda oleh dua kubu partai koalisi di Kota Solok. Pasalnya pada Pilpres 2014 lalu, Joko Widodo-Jusuf Kalla kalah sangat telak di Kota Solok. Yakni di persentase 17,6 persen berbanding 82,4 persen yang diraih pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Andri Marant
Ketua DPC PDIP Kota Solok

Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Solok Andri Marant menyatakan pihaknya sangat gembira, Presiden Jokowi yang kader PDIP, mendapat simpati dan dukungan dari kepala daerah (Walikota) di Kota Solok. Menurutnya, hal itu sangat lumrah, karena “lakek tangan” Jokowi sudah dilihat sendiri oleh rakyat Indonesia dan masyarakat Sumbar. Sehingga menurutnya, sangat wajar Walikota Solok Zul Elfian dan sebelas kepala daerah lainnya mendukung Jokowi untuk dua periode.

“Kami menilai, Jokowi sangat pantas untuk dua periode. Masyarakat sudah merasakan pembangunan yang sangat merata, dan perubahan ke arah yang lebih baik. Sikap Walikota Solok yang terang-terangan mendukung Capres Jokowi tentu akan memudahkan pergerakan kami dalam konsolidasi dan sosialisasi ke masyarakat. Sehingga, ada beberapa program yang bisa di-matching-kan (diselaraskan) dengan program pemenangan. Sehingga kami sangat optimistis,” ujarnya.

Ketua DPRD Kota Solok yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kota Solok, Yutris Can memimpin tim Kampanye Daerah Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Kota Solok.

Ismael Koto
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Solok

Sementara itu, Ketua Tim Kampanye Daerah Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno Kota Solok, Ismael Koto, menanggapi santai sikap politik Walikota Solok Zul Elfian. Ketua DPC Partai Gerindra Kota Solok tersebut mengaku sama sekali tidak khawatir. Ismael menegaskan bahwa pihaknya tidak terpengaruh dengan sikap politik tersebut.

“Dukungan dari kepala daerah tersebut adalah hak politik mereka. Karena itu, kami sama sekali tidak terpengaruh dengan sikap politik kepala daerah di Kota Solok,” ujarnya. 

Sebelumnya, 12 kepala daerah di Sumbar mendeklarasikan dukungan kepada terhadap pasangan petahana (incumbent) Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Mereka adalah Walikota Solok Zul Elfian, Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi, Bupati Pasaman Yusuf Lubis, Bupati Sijunjung Yuswir Arifin dan Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni. Bupati Solok Gusmal Dt Rajo Lelo, Bupati Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi, Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet, Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Walikota Padang Panjang Fadly Amran dan Walikota Pariaman Genius Umar. (rijal islamy)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply