Cerita Nofrizal, Korban Begal yang Mendapatkan Penghargaan dari Polres Solok Kota

Cerita Nofrizal, Korban Begal yang Mendapatkan Penghargaan dari Polres Solok Kota

Motor Dipasangi Kamera untuk Youtube

Nofrizal, korban begal di Kawasan Batu Laweh, Kelurahan Laing, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, Sumbar, dianugerahi penghargaan oleh Polres Solok Kota. Penghargaan diberikan, karena keberanian Nofrizal melaporkan aksi begal yang menimpa dirinya melalui media sosial. Bagaimana ceritanya?

SOLOK – Suasana apel pagi di Mapolres Solok Kota, Rabu (6/2) lain dari biasanya. Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan menghadirkan Nofrizal, seorang korban aksi begal (pemerasan) di Kawasan Batu Laweh, Kelurahan Laing, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, Senin (4/2). Nofrizal menjadi menjadi tamu kehormatan pagi itu. Pemuda 22 tahun itu, dianugerahi penghargaan oleh Polres Solok Kota karena dinilai berjasa membantu pengungkapan kasus, sekaligus apresiasi terhadap dirinya karena berani melaporkan kejadian itu, melalui akun media media sosial.

Penghargaan untuk Nofrizal (kanan), dari Polres Solok Kota di Lapangan Apel Mapolres Solok Kota, Rabu (6/2).

Memberikan penghargaan kepada masyarakat, tokoh masyarakat dan personel, menjadi sebuah tradisi baru bagi Polres Solok Kota sejak dipimpin AKBP Dony Setiawan. Imbasnya, kedekatan Polres Solok dengan warga binaannya terjalin dengan akrab. Tidak hanya personel, masyarakat umum seakan merasa memiliki dan menjadi bagian dari institusi Tribrata tersebut. Para penerima penghargaan, bersama keluarganya, seakan menjadi “duta” bagi Polres Solok Kota menyampaikan pesan-pesan reformasi di tubuh Polri.

“Sejak saya mulai bertugas di Polres Solok Kota sejak 6 Juni 2017 lalu, saya menilai masyarakat di wilayah hukum Polres Solok Kota ini sangat luar biasa. Bagi kami kepolisian, kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami sangat butuh dukungan dari masyarakat. Kami adalah mitra, teman, pelindung, pengayom dan penegak hukum. Karena itu, dukungan dari masyarakat terhadap kinerja kami menjaga Kamtibmas, sangat layak kami apresiasi,” ujarnya.

Menjadi contoh bagi masyarakat lainnya dalam menjaga Kamtibmas.

Berbekal dukungan dari berbagai elemen di Kota Solok dan Kabupaten Solok, Polres Solok Kota panen prestasi. Puncaknya, meraih prediket Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (ZI-WBK) pada 10 Desember 2018 lalu. Secara pribadi, Dony Setiawan juga banjir penghargaan. Salah satunya dinobatkan sebagai Kapolres Idola Masyarakat oleh Tabloid Mitrapol, Jakarta. Bahkan, perwira asal Kertapati, Palembang tersebut, diangkat sebagai warga kehormatan Kota Solok dan dianugerahi gelar sangsako adat, Datuk Pandeka Rajo Mudo.

Penghargaan terhadap Nofrizal, menurut Dony Setiawan didasarkan pada keberaniannya melaporkan kasus pembegalan terhadap dirinya. Menurut Dony, Nofrizal juga diapresiasi karena keberanian melaporkan identitas pelaku dan kendaraan pelaku melalui medsos. Lalu, niat baik memposting kejadian yang dialaminya agar masyarakat lebih berhati-hati tidak mengalami hal yang sama dan bisa antisipasi. Kemudian berani menegakkan kebenaran menghadapi konsekuensi atas postingan, serta berjasa membantu Polres mengungkap kasus begal dengan cepat.

Nofrizal mendapat ucapan selamat dari seluruh personel Polres Solok Kota yang mengikuti Apel di Mapolres Solok Kota, Rabu (6/2).

Dony juga menegaskan kepada para peserta apel, bahwa laporan apapun, termasuk laporan di media sosial, harus segera ditindaklanjuti. Menurut Dony, laporan tersebut merupakan wujud dari kesadaran dan dukungan masyarakat terhadap kepolisian dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat lain dan efek jera bagi pelaku dan calon pelaku kejahatan.

“Sekarang era milenial. Polri juga dituntut untuk sejalan dengan perkembangan teknologi, sehingga mampu menjadi ProMoTer. Profesional, modern, terpercaya. Meski hanya di media sosial, laporan masyarakat harus ditindaklanjuti. Terima kasih kepada Nofrizal, ananda kini merupakan bagian dari Polres Solok Kota,” tegas Dony.

Prosesi penghargaan disaksikan seluruh peserta apel di Mapolres Solok Kota, Rabu (6/2).

Usai mendapatkan penghargaan, Nofrizal menyatakan dirinya sangat berterima kasih terhadap respons cepat Polres Solok Kota terhadap kasus yang menimpanya. Nofrizal mengisahkan, saat kejadian, dirinya sedang “raun” (berjalan-jalan) bersama teman wanitanya, di Kawasan Batu Laweh, Kelurahan Laing, Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok, Minggu sore (3/2) sekira pukul 15.00 WIB. Tiba-tiba dirinya dihadang oleh seseorang dan menuduh dirinya telah berbuat asusila. Orang yang menghadang tersebut, kemudian memaksanya menyerahkan uang dan handphone. Jika tidak, pelaku mengancam akan memanggil warga sekitar dan dihakimi.

“Setelah mengambil uang, handphone dan tas, orang yang mengaku Ketua Pemuda tersebut langsung pergi,” ujarnya. 

Malam harinya, Nofrizal mengupload video kejadian di akun media sosialnya. Video tersebut langsung viral dan dibagikan oleh netizen. Bahkan, video tersebut di-tag (ditautkan) sejumlah netizen ke akun facebook Polres Solok Kota. Mendapat tag tersebut, para “polisi cyber” Polres Solok Kota langsung bergerak cepat. Akun facebook ressortsolokkota mendapatkan tag pada pukul 22.21 WIB. Pelaku akhirnya ditangkap pukul 04.28 WIB, atau hanya butuh waktu 6 jam 7 menit.

“Begitu kita menerima pengaduan dari facebook, tim langsung merespons pengaduan tersebut. Respons cepat terhadap pengaduan dari masyarakat melalui media sosial (Facebook), merupakan sebuah dedikasi dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Intinya, laporan masyarakat via medsos-pun kita cepat tindaklanjuti,” ujar Dony.

Menjadi sejarah hidup.

Sebelumnya, seorang pelaku begal (pemerasan) diringkus oleh Satuan reserse kriminal Polres Solok Kota, Senin (4/2) pagi pukul 04.28 WIB. Pelaku berinisial ETS (36) merupakan residivis kasus-kasus penganiyaan dan pencurian ini, merampas handphone dan uang tunai milik korban Nofrizal (22). Modus pelaku, yakni menuduh korban telah berbuat asusila di Kelurahan Laing Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Solok Kota. Pelaku dikenakan Pasal 368 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara. 

Lalu, video apa yang diupload Nofrizal dan bagaimana video tersebut direkam? Nofrizal menyatakan video berasal dari kamera yang dipasangnya di sepeda motor miliknya. Pemuda asal Gantung Ciri, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok tersebut, mengaku kamera itu dipasang karena dirinya memiliki hobi mengupload video ke youtube dan medsos.

“Awalnya hobi meng-upload video ke youtube dan facebook. Di samping itu, juga untuk berjaga-jaga, jika terjadi kejahatan atau kecelakaan,” ungkapnya. (rijal islamy)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply