Santri Dianiaya Tiga Malam Hingga Koma

Santri Dianiaya Tiga Malam Hingga Koma

PADANG PANJANG – Para santri Pondok Pesantren Nurul Ikhlas, Batusangkar, yang dimintai keterangannya oleh Polres Padang Panjang, memberikan pengakuan mengejutkan. Pemukulan yang dilakukan terhadap Robi (17) berulang selama 3 malam, mulai Kamis (7/2), Jumat (8/2) serta Minggu (10/2).

“Setelah pemukulan pada Minggu (10/2) malam, korban tidak sadarkan diri hingga akhirnya dibawa ke RSUD Padang Panjang lalu dirujuk ke RSUP M. Djamil Padang,” ungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Padang Panjang Iptu Kalbert Jonaidi, Kamis (14/2).

Dari hasil keterangan para saksi kata Kalbert, pemukulan dilakukan di kamar asrama putra lantai dua. Dan pihaknya sudah mengamankan barang bukti sepasang sepatu boot dan tangkai sapu patah yang diduga dipakai untuk menganiaya korban.

Kalbert juga menyebutkan, penganiayaan yang dilakukan oleh rekan-rekan korban, bermula karena belakangan ini banyak barang milik santri yang hilang, korban dicurigai yang mengambil barang santri-santri lain tanpa izin.

“Kecurigaan ini, memicu kejengkelan santri lain sehingga melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban sampai koma,” tutur Kalbert.

Polres Padang Panjang, sebut Kalbert, telah memanggil 19 santri Pondok Pesantren Nurul Ikhlas yang diduga melakukan tindak kekerasan hingga korban tidak sadarkan diri.

“Pihak pondok pesantren juga sangat koperatif membantu menghadirkan santri-santri tersebut. Dan mereka juga didampingi oleh orang tua masing-masing,” jelasnya.

Kasus penganiayaan terhadap salah seorang santri Ponpres Nurul Ikhlas Nagari Panyalaian Kecamatan X Koto, Tanah Datar pertama kali dilaporkan paman korban ke Polsek X Koto pada Selasa (12/2) lalu. (*/PN-001)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply