“Sentuhan” Kecil di Serambi Madinah

“Sentuhan” Kecil di Serambi Madinah
Erni Suryani, Guru SMPN 1 Kota Solok menjadi protokol berbahasa Arab di acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Darianis Yatim, SMPN 1 Kota Solok, Selasa (12/2).

Protokol Berbahasa Arab di SMPN 1 Kota Solok

* Sentuhan Kecil di Kota Beras Serambi Madinah

Hal-hal yang luar biasa dimulai dari sentuhan kecil. SMPN 1 Kota Solok membuktikan, bahwa dengan nyaris tanpa biaya sekalipun, hal yang luar biasa muncul dari sentuhan sederhana. Pidato dengan protokol berbahasa Arab bisa memantik decak kagum, di daerah berjargon “Kota Beras Serambi Madinah”.

Laporan RIJAL ISLAMY, Solok

Para tamu dan undangan di SMPN 1 Kota Solok telah menunggu cukup lama, Selasa pagi (12/2). Yang ditunggu adalah Walikota Solok Zul Elfian Dt Tianso atau Wakil Walikota Solok Reinier Dt Intan Batuah. Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat di Kota Solok sudah hadir. Yakni Wakil Ketua DPRD Kota Solok Irman Yefri Adang, Wakapolres Solok Kota Kompol Budi Prayitno, Kapolsek Kota Solok AKP Anggara Rustamyono, Anggota DPRD Kota Solok Zulkarnain Raju, Ketua LKAAM Kota Solok Rusli Khatib Sulaiman, Kepala SMPN 1 Kota Solok Yuldarmi, Ketua Alumni SMPN 1 Rusdi Saleh, serta seluruh majelis guru dan pegawai SMPN 1 Kota Solok. Mereka akan menyaksikan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Darianis Yatim milik SMPN 1 Kota Solok. Masjid dua tingkat ini memiliki desain yang megah. Lantai dasar akan dimanfaatkan sebagai tempat parkir.

Erni Suryani, Guru SMPN 1 Kota Solok menjadi protokol berbahasa Arab di acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Darianis Yatim, SMPN 1 Kota Solok, Selasa (12/2).

Saat Wawako Reinier datang, acara pun langsung dimulai. Tiba-tiba hadirin dan undangan terkejut. Suara protokol (pembawa acara), memecah tawa ringan para alumni, tamu, wartawan dan pejabat Kota Solok. Sang protokol, Erni Suryani, membawakan acara dengan bahasa Arab. Ya, bahasa Arab. Dengan suara yang jernih dan syahdu. Ternyata, bahasa Arab enak didengar. Para pejabat yang akan menyampaikan kata sambutan, “dipanggil” dengan bahasa Arab dan diikuti satu protokol lagi dengan bahasa Indonesia oleh Elen Triana.

Kepala SMPN 1 Kota Solok Yuldarmi tampil dengan kata sambutannya. Diikuti Ketua Alumni Rusdi Saleh, Ketua Komite Ma’fud Anwar, Ketua LKAAM Rusli Khatib Sulaiman, hingga perwakilan Kemenag Kota Solok. Hadirin bertepuk tangan saat Wakil Ketua DPRD Kota Solok Irman Yefri Adang “mengomentari” bahasa Arab oleh protokol. Menurutnya hal ini menjadi sebuah barang langka di Kota Solok, meski daerah itu berjargon Kota Beras Serambi Madinah.

“Saya baru kali ini mendengar protokol berbahasa Arab di Kota Solok. Padahal, Kota Solok memiliki jargon Kota Beras Serambi Madinah. Hal ini, seharusnya menjadi perhatian khusus bagi Pemko Solok. Tidak ada salahnya meniru. Sejatinya, ini adalah salah satu indikator penting pengaplikasian jargon Kota Beras Serambi Madinah,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Rusdi Saleh
Ketua Alumni SMPN 1 Kota Solok.

Usai Irman Yefri Adang turun dari mimbar, suasana hadirin langsung riuh. Mereka terus memuji dan membahas tentang pidato berbahasa Arab tersebut. Saat Wawako Reinier menyampaikan kata sambutannya, pria yang belum genap setahun menjadi mantan Ketua Alumni SMPN 1 Kota Solok itu, ikut mengomentari protokol berbahasa Arab tersebut. Menurutnya, Pemko Solok sangat bangga dengan inovasi yang sejalan dengan jargon Kota Beras Serambi Madinah ini.

“Kami sangat bangga. Baik sebagai pimpinan daerah, maupun sebagai alumni SMPN 1 Solok, serta seluruh masyarakat Kota Solok. Ini sangat layak ditiru,” ungkapnya.

Usai prosesi peletakan batu pertama pembangunan Masjid Darianis Yatim, pembicaraan hadirin tentang protokol berbahasa Arab terus berlangsung. Mereka seakan mendapat kesadaran, bahwa sentuhan kecil bisa berasal dari sekolah berlabel “sekolah umum”.

Berawal dari Erni Suryani dan Darianis Yatim

Protokol berbahasa Arab di SMPN 1 Kota Solok, ternyata tidak muncul tanpa sebab. Sejak Yuldarmi menjadi Kepala SMPN 1 Kota Solok pada 6 April 2017, “rintisan” protokol berbahasa Arab sudah dimulai. Yakni di kalangan siswa-siswi saat kuliah tujuh menit (Kultum) setiap Jumat pagi. Gayung pun bersambut saat Rusdi Saleh terpilih secara aklamasi Ketua Alumni SMPN 1 (Ilusp1), menggantikan Reinier Dt Intan Batuah. Di seluruh lembaga pendidikan dan sekolah di bawah naungan Yayasan Darianis Yatim, protokol acara disuarakan dalam bahasa Arab.

Yuldarmi
Kepala SMPN 1 Kota Solok.

“Protokol berbahasa Arab itu, baru pertama kali yang kemarin itu (Selasa 12 Februari 2019). Namun, siswa-siswi sudah melaksanakan Kultum berbahasa Arab setiap Jumat pagi. Ide untuk menampilkan di acara-acara berasal dari Yayasan Darianis Yatim. Kebetulan, kita memiliki guru, buk Erni Suryani yang lulusan Pendidikan Bahasa Arab di STAIN Batusangkar (sekarang IAIN Batu Sangkar,red). Kalau kemarin itu yang jadi protokol adalah guru, ke depan, kita berharap siswa atau siswi kita yang akan tampil,” ujarnya.

Sementara itu, Erni Suryani, mengungkapkan, sejak menjadi guru di SMPN 1 sejak tahun 2006, dirinya telah melatih siswa berpidato dalam bahasa Arab. Meski awalnya cukup sulit dan sempat terhenti, namun belakangan ini menurutnya minat siswa kembali meningkat. Bahkan, tidak hanya sekadari berpidato, sejumlah siswa juga memiliki minat tinggi untuk menjadi master of ceremony (MC) berbahasa Arab.

“Ke depan, saya ingin mengusulkan agar ini menjadi salah satu kegiatan ekstra kurikuler di SMPN 1 Kota Solok,” ujar perempuan asal Ujung Gading, Pasaman Barat ini.

Ketua Alumni SMPN 1 Kota Solok, Rusdi Saleh melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Darianis Yatim, SMPN 1 Kota Solok, Selasa (12/2).

Terkait keberadaan masjid di kompleks sekolah, Ketua Alumni SMPN 1 Kota Solok, Rusdi Saleh menuturkan, Yayasan Darianis Yatim, yang merupakan sebuah yayasan yang dibentuk oleh perantau asal Tanjung Bingkung, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Yenon Orsa, bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan pendidikan.

“Masjid SMPN 1 Solok ini merupakan masjid ke-14 yang dibangun oleh Yayasan Darianis Yatim. Tujuan utama, adalah untuk meningkatkan pemahaman agama dan keimanan. Serta mencegah dampak negatif, seperti kenakalan remaja dan penyalahgunaan Narkoba. Perlu diingat, konsep Yayasan Darianis Yatim, memberi dan berbagi, bukan untuk dipuji, tapi untuk berempati dan merasakan apa yang dirasakan orang lain. Jadi, pembangunan berdasarkan kebutuhan, bukan dasar kedekatan,” ujarnya.

Yenon Orsa
Pendiri Yayasan Darianis Yatim.

Yenon Orsa merupakan tokoh perantau asal Nagari Tanjung Bingkung, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok. Yenon Osra sukses dalam bidang pendidikan dan Teknologi Informatika (TI). Melalui Yayasan Darianis Yatim, Yenon Orsa selama dikenal sebagai orang yang banyak membantu biaya pendidikan siswa miskin berprestasi, membangun dan memugar masjid dan mushalla, serta membangun sarana di bidang pendidikan.

Kepercayaan Yenon Orsa ke Rusdi Saleh berawal dari adik kandungnya, Yenna Roseva Boer, yang satu kelas dengan Rusdi Saleh di SMAN 1 Kota Solok. Dari berbagai pertemuan dan kegiatan, Yenon Orsa akhirnya tertarik dengan komitmen dan kejujuran Rusdi Saleh. Hingga akhirnya, Rusdi Saleh menjadi decission maker (pengambil keputusan) di Yayasan Darianis Yatim untuk mengelola seluruh proyek pembangunan masjid, pemberian beasiswa, hingga bantuan kepada masyarakat kurang mampu di Sumbar.

Saat ini, SMPN 1 Kota Solok memiliki 1.190 siswa dan 80-an majelis guru. Keberadaan masjid ini menurutnya sangat berguna bagi siswa-siswi, majelis guru, pegawai dan masyarakat sekitar.

“Terima kasih yang tak terhingga kepada Pak Yenon Orsa dan Pak Rusdi Saleh. Mudah-mudahan beliau senantiasa sehat dan semakin banyak berkiprah untuk Kota Solok dan Sumbar,” ungkap Yuldarmi didampingi Ketua Komite Ma’fud Anwar. (PN-001)

Tags: , , , , ,
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply