Dukung Jargon Serambi Madinah, Ponpes Darut Thalib Diresmikan di Kota Solok

Dukung Jargon Serambi Madinah, Ponpes Darut Thalib Diresmikan di Kota Solok
Pimpinan Ponpes Darut Thalib, Ustdz Boby Gustiadi saat peresmian Pondok Pesantren Darut Thalib, Laing Kota Solok, Selasa (19/3).

Jargon Kota Beras Serambi Madinah Makin Menggema
* Pondok Pesantren Darut Thalib Diresmikan

SOLOK – Instrumen pendukung jargon Kota Solok, Kota Beras Serambi Madinah, semakin terlihat dengan diresmikannya Pondok Pesantren Darut Thalib, di Kelurahan Laing, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, Selasa (19/3). Kehadiran Ponpes Darut Thalib, membawa angin segar terhadap cita-cita menciptakan kehidupan agamis di Kota Solok. Peresmian Ponpes ini dihadiri langsung perwakilan Kanwil Kemenag Sumbar Kardinal, Wakil Walikota Solok Reinier Dt Intan Batuah, Plt Kemenag Kota Solok Afrizen, Kepala Lapas Kelas II.B Laing Solok, para santri dan masyarakat sekitar Ponpes.
Ponpes Darut Thalib, merupakan Ponpes ketiga di Kota Solok, setelah Ponpes Al Mumtaz dan Ponpes Warasatul Anbiya. Di samping itu, Kota Solok juga memiliki sejumlah Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) dan SMPIT, seperti SDIT/SMPIT Iqra’ di Kelurahan Simpang Rumbio dan SDIT/SMPIT Golden Islamic School di Kelurahan Aro IV Korong.

Wakil Walikota Solok Reinier Dt Intan Batuah (kiri) bersama perwakilan Kemenag Sumbar Kardinal saat peresmian Pondok Pesantren Darut Thalib, Laing Kota Solok, Selasa (19/3).

Perwakilan Kanwil Kemenag Sumbar, Kardinal, menyatakan pendidikan berbasis keagaamaan saat ini bukan lagi sebagai pendidikan alternatif di sisi pendidikan umum. Namun, menurut mantan Kepala Kemenag Kabupaten Solok tersebut, pendidikan berbasis pondok pesantren merupakan solusi terhadap derasnya kemajuan teknologi. Kardinal mengharapkan, Ponpes Darut Thalib mampu menjadi pioner perkembangan pendidikan dan ikut menciptakan suasana agamis di Kota Beras Serambi Madinah.

“Di era milenial ini, Pondok Pesantren harus mampu memainkan peran maksimal. Sistem pendidikan Ponpes memiliki potensi besar di bidang pendidikan dan keagamaan. Peran ponpes dapat dilihat sebagai agen perubahan sosial, agen pembangunan dan pusat keunggulan. Kami berharap, dengan jargon Kota Beras Serambi Madinah, Pemko Solok bisa mendukung penuh keberadaan Ponpes di Kota Solok. Mari kita bersama-sama memajukan pendidikan agama di Kota Solok guna terwujudnya Kota Solok Kota Beras Serambi Madinah,” ujarnya.

Wakil Walikota Solok Reinier Dt Intan Batuah (kiri) memberikan arahan saat peresmian Pondok Pesantren Darut Thalib, Laing Kota Solok, Selasa (19/3).

Wawako Reinier dalam arahannya menyebutkan, keberadaan Ponpes merupakan salah satu benteng bagi generasi penerus. Maraknya kriminalitas di kalangan remaja seperti Narkoba, LGBT, tawuran dan kriminalitas lainnya, harus diredam dengan pendekatan agama.

“Kemajuan teknologi informasi tidak bisa dibendung. Namun, efek negatif perkembangan teknologi harus disikapi dengan bijak. Pondok Pesantren merupakan salah satu pioner dan solusi. Kami siap mendukung perkembangan dan keberadaan Ponpes di Kota Solok. Apalagi dengan jargon Kota Beras Serambi Madinah, keberadaan Ponpes dan lembaga pendidikan berbasis keagamaan lainnya adalah motor penggerak utama,” ungkapnya.

Wawako Reinier juga menyebutkan, dalam mendukung jargon Kota Beras Serambi Madinah, Pemko Solok memiliki sejumlah program-program berbasis keagamaan. Seperti Maghrib Mengaji, Subuh Berjamaah, Malam Binat Iman dan Taqwa (Mabit), Didikan Subuh, revitalisasi total sarana ibadah, peningkatan insentif dai, garin dan guru TPA dan MDA.

“Kita siap mensinergikan berbagai program keagamaan tersebut dengan berbagai Ponpes, bahkan sekolah umum di Kota Solok. Tentu, kita berharap Ponpes dan lembaga pendidikan berbasis keagamaan bisa menjadi pioner,” harapnya.

Pimpinan Ponpes Darut Thalib, Ustdz Boby Gustiadi saat peresmian Pondok Pesantren Darut Thalib, Laing Kota Solok, Selasa (19/3).

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Darut Thalib, Ustadz Boby Gustiadi mengatakan kehadiran Ponpes merupakan salah satu solusi terhadap perbaikan akhlak generasi muda. Menurutnya, kehadiran Ponpes Darut Thalib ini diharapkan dapat berperan memperbaiki adab dan akhlak manusia yang saat ini semakin menurun.
“Ponpes merupakan bengkel manusia. Jika awalnya manusia yang datang kesini jauh dari agama Allah, setelah berada di Ponpes nantinya diharapkan akan mendekati agama Allah,” sebutnya.

Ustadz Boby mengharapkan seluruh guru di ponpes Darut Thalib untuk mendidik santri dengan ikhlas, tidak menjadikan ponpes ini sebagai bisnis. Ustadz Boby juga menyatakan pihaknya siap menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dan elemen di Kota Solok dan Sumbar.
“Semoga nantinya akan lahir banyak ulama dari ponpes Darut Thalib ini,” ungkapnya. (PN-001)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply