Hitay: Geothermal Adalah Berkah, Bukan Bencana

Hitay: Geothermal Adalah Berkah, Bukan Bencana

Mengunjungi Proyek Pembangkit Listrik Geothermal di Supreme Energy Solok Selatan
* Novianto: Geothermal adalah Berkah, Bukan Bencana

Proyek pembangkit listrik geothermal (panas bumi) di Kabupaten Solok Selatan segera berproduksi. Dari total kapasitas produksi 220 megawatt, tahap pertama, PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML) akan memulai produksi sebesar 86 MW. Namun, di Kabupaten Solok, proyek geothermal di blok Bukit Kili Gunung Talang di bawah PT Hitay Daya Energy, hingga kini belum ada kejelasan.

Laporan RIJAL ISLAMY, Muara Labuh

Titik perbatasan Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan, disambut dengan gerbang dua jalur khas Minangkabau. Gerbang dengan atap berbentuk Rumah Gadang (rumah adat Minangkabau) tersebut, terdapat tulisan “Selamat Datang di Kabupaten Solok Selatan”. Di sisi kiri gerbang, terdapat tulisan “Kabupaten Solok Selatan, Nagari Saribu Rumah Gadang” dan “Adat Basandi Sara’, Sara’ Basandi Kitabullah”. Di sisi kanan gerbang, terdapat logo Kabupaten Solok Selatan dan, logo PT Supreme Energy. Selain logo Supreme Energy, tentu logo dan semboyan Solok Selatan adalah hal yang biasa.

Senior Project Manager PT Hitay Daya Energy, Novianto, berdiri di depan gerbang Solok Selatan.

Adanya logo Supreme Energy, yang merupakan kontraktor pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal) di Muara Labuh, tentu sebuah pengakuan dan dukungan terhadap Kabupaten Solok Selatan. Keberadaan PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML), di Solok Selatan, meski belum berproduksi, telah memberikan efek positif ke masyarakat. Tidak hanya serapan tenaga kerja lokal Solok Selatan, namun juga dukungan pembangunan sejumlah fasilitas umum. Seperti Waterboom Air Panas Sapan Malulung, Pasar Pekonina, sejumlah masjid, dan Sport Center bernilai Rp 24 miliar.

PT Hitay Daya Energy, kontraktor pembangkit listrik energi panas bumi (geothermal) di Blok Bukit Kili Gunung Talang, Kabupaten Solok, mengajak patronnews melihat sendiri aktivitas dan perkembangan pembangunan pembangkit listrik PT Supreme Energy. Senior Project Manager PT Hitay Daya Energy, Novianto, yang juga merupakan perintis proyek geothermal di PT Supreme Energy, berkali-kali mengungkapkan ke patronnews, agar memberikan penilaian obyektif tentang proyek geothermal di Solok Selatan ini. Novianto juga memberikan kebebasan dan fasilitasi kepada patronnews, untuk mewawancarai pegawai, pekerja, hingga masyarakat di sekitar proyek geothermal.

“Silakan wawancarai siapa saja. Ungkapkan segala kelebihan maupun kekurangan. Kami yakin, media akan obyektif mengungkapkan fakta di lapangan,” pesan Novianto.

Jaringan transmisi listrik tegangan tinggi dan jaringan pipa geothermal di kawasan eksplorasi geothermal di Muara Labuh Solok Selatan.

Memasuki kawasan PT Supreme Energy di Muara Labuh, para tamu disambut security dan diberikan kartu visitor (pengunjung). Kemudian diarahkan ke kantor dan dijamu di ruang makan. Usai makan, patronnews bersama Novianto kemudian diberikan helm safety, dan langsung mengunjungi kawasan. Tempat pertama yang dikunjungi adalah titik sumur pengeboran energi geothermal. Meski dinamakan sumur, lubang tersebut hanya berdiameter sekitar 20 inchi, namun dalamnya mencapai 2.000 meter. Saat ini, PT SEML memiliki 19 sumur atau titik pengeboran. Energi geothermal dari sumur-sumur tersebut, kemudian disalurkan melalui pipa-pipa ke kawasan power plant (pembangkit listrik) yang berada tak jauh dari lokasi. Saat ini, para pekerja sedang melakukan pemasangan pipa geothermal dan pembangunan power plant, lengkap dengan instalasi listrik. Energi listrik yang dihasilkan power plant, langsung disalurkan ke PLN melalui jaringan transmisi.

Rio Perdana, pekerja well testing atau penguji sumur geothermal (paling kanan), di kawasan sumur geothermal PT Supreme Energy, Solok Selatan.

Patronnews juga diberikan kesempatan mewawancarai sejumlah pekerja. Dari sejumlah pengakuan, salah seorang pekerja well tester (penguji sumur geothermal), Rio Perdana, asal Jorong Simpang, Nagari Kotobaru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, menuturkan dirinya sangat bersyukur mendapatkan pekerjaan tersebut. Dengan gaji yang sangat lumayan, dalam bekerja, dirinya juga dilengkapi dengan sistem dan perlengkapan keselamatan standar tinggi.

“Meski namanya penguji sumur atau well testing, tapi standar keselamatan dan sistem kerja setara dengan perusahaan besar. Pembagian kerja masing-masing sangat jelas dan semua standar keselamatan harus dipenuhi. Baik bagi para pekerja, maupun bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sumur eksplorasi geothermal PT Supreme Energy di Solok Selatan.

Terkait proyek geothermal di Kabupaten Solok, Rio Perdana, mengaku dirinya sangat menyayangkan mendapat penentangan dari masyarakat kampung halamannya. Rio juga mengaku, dirinya sering “perang komentar” di media sosial terkait isu dan bahaya geothermal bagi lingkungan di kawasan Blok Bukit Kili Gunung Talang.

“Proyek geothermal sangat aman dan tidak merusak lingkungan. Masyarakat jangan ditakut-takuti dengan isu yang disebarkan orang yang tak bertanggungjawab. Saya pekerja di sini, dan saya tahu persis bagaimana standar keselamatan disini. Logikanya, tidak mungkin investor mau menanamkan modalnya yang berjumlah triliunan rupiah jika akan hancur dan menjerat mereka ke ranah hukum. Namun, sebagai putra daerah Kabupaten Solok, saya berharap proyek geothermal di Blok Bukit Kili Gunung Talang segera beroperasi dan menyerap tenaga kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Solok. Saat ini saja, terdapat 1.600 karyawan di proyek ini. Lebih dari setengahnya adalah pekerja lokal Solok Selatan dan lokal Sumbar,” ungkapnya.

Proses pembangunan Power Plant PT SEML sedang berjalan.

Salah seorang masyarakat Muara Labuh yang tinggal di dekat lokasi geothermal PT Supreme Energy, Januar Edri, juga menyayangkan adanya penentangan oleh masyarakat di proyek geothermal di Kabupaten Solok. Namun, pria yang akrab disapa Pak Ik tersebut, menyatakan hal yang sama juga terjadi di Muara Labuh di awal proyek pada tahun 2008 lalu. Namun, hal itu bisa cepat teratasi, karena pemerintah daerah cepat turun tangan dan memberikan sosialisasi ke masyarakat. Di samping itu, sosialisasi juga diberikan ke pemuda, tokoh adat, tokoh agama, pemuda dan seluruh elemen masyarakat.

“Dulu, saya salah satu orang yang mendukung proyek geothermal ini. Setelah proyek ini berjalan, dari 1.600 pekerja, sebanyak 300-an orang catering nasinya ke saya, karena saya memiliki warung nasi. Masyarakat lainnya, menampung perumahan bagi para pekerja dengan sewa sekitar Rp 20 juta hingga Rp 25 juta pertahun. Side effect (efek samping) seperti inilah yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Jadi tidak melulu harus bekerja di proyek tersebut,” ujarnya.

Power Plant dan transmisi listrik di kawasan PT SEML.

Januar Edri juga menyatakan saat dulu mendukung proyek geothermal ini, dia juga mendapat berbagai tekanan dan ancaman. Namun, karena pihaknya berorientasi ke masyarakat, akhirnya proyek tersebut bisa berjalan dan kini sudah memberikan peningkatan ekonomi ke masyarakat, meski belum berproduksi.

“Masyarakat yang menentang, karena mereka tidak tahu dan termakan isu yang tidak benar. Karena itu, sosialisasi melalui media massa dan turun langsung ke masyarakat, adalah jalan keluar terbaik. Apalagi, sekarang sudah ada contoh di Solok Selatan. Bahwa geothermal ini tidak merusak lingkungan. Tapi justru mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Areal pertanian di sekitar kawasan PT SEML Muara Labuh.

Setelah mengunjungi berbagai titik proyek geothermal, patronnews juga sempat mewawancarai dua petani di Area Percontohan Pertanian Terpadu (APPT) PT Supreme Energy di samping kantor PT SEML. Hamka dan Rifa, dua petani tersebut mengungkapkan mereka banyak mendapat pembinaan dan dukungan dari PT SEML. Menurutnya, sejak proyek dari tahun 2008 hingga saat ini, tidak pernah ada terjadi kerusakan lingkungan ataupun penurunan hasil panen. Bahkan, dengan dukungan dan bantuan dari PT SEML, mereka kini mengerjakan pola pertanian organik.

“Isu yang menyebutkan bahwa hasil panen menurun karena proyek geothermal, adalah fitnah yang keji. Hingga kini, pertanian tumbuh subur dan air selalu mencukupi. Bahkan jika ada selokan macet, PT Supreme Energy langsung menurunkan tim memperbaikinya,” ujarnya.

Hasil panen tidak berkurang, tapi justru semakin meningkat karena pola pertanian organik.

Sebelumnya, Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar Heri Martinus, menegaskan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan tetap mendukung eksplorasi geothermal oleh PT Hitay Daya Energi di Gunung Talang-Bukitkili, Kabupaten Solok. Sebab, proyek tersebut memiliki banyak manfaat untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Banyak keuntungan bagi masyarakat setempat dengan adanya proyek ini. Daerah juga mendapatkan tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena itu kita tetap mendukung,” katanya.

Area Percontohan Pertanian Terpadu PT SEML di Muara Labuh Solok Selatan.

Selain itu, akan ada penyerapan tenaga kerja langsung non skill dan skill medium selama konstruksi dan eksplorasi. Multiplier effect perekonomian atas operasi panas bumi, misalnya penyerapan bahan pangan untuk konsumsi pekerja, dapat menjadi penggerak perekonomian pertanian masyarakat sekitar, kontraktor lokal nagari atau kecamatan.

“Segudang keuntungan itu juga bukan pertaruhan. Tidak ada yang dipertaruhkan oleh masyarakat karena panas bumi merupakan sumber energi yang bersih. Pemanfaatannya menggunakan uap di dalam perut bumi dan air bersih. Hasil pembangkit pun akan disuntikkan kembali ke kedalaman bumi untuk menjaga kandungan air tanah,” katanya.

Area Revegetasi PT SEML Solok Selatan.

Kekhawatiran masyarakat akan menghilangnya air tanah hingga lahan pertanian menjadi terganggu, menurutnya tidak akan terjadi. Pemprov Sumbar, menurutnya, telah mengundang pakar panas bumi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Indonesia (UI) untuk menjelaskan hal itu. Karena itu, Heri sendiri tidak habis pikir mengapa masih saja ada pihak-pihak yang menolak eksplorasi ramah lingkungan itu.

“Kita berharap, masyarakat Solok terutama yang menolak bisa terbuka fikirannya agar eksplorasi bisa dilanjutkan,” ujarnya.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, di berbagai kesempatan, juga mengatakan pembangunan daerah tidak bisa dilakukan hanya mengandalkan APBD dan dana pembantuan APBN saja. Butuh dukungan anggaran dari pihak swasta untuk pembangunan daerah. Dia meminta masyarakat memahami hal itu agar perekonomian Sumbar bisa lebih maju ke depan.

Pasar Pekonina yang pembangunan dibantu PT SEML Solok Selatan.

Sebelum meninggalkan Muara Labuh, Novianto mengajak patronnews mengunjungi sejumlah fasilitas umum yang pembangunannya dibantu PT SEML. Seperti Pasar Pekonina dan Kawasan Waterboom Sapan Malulung. Di dua lokasi tersebut, sejumlah masyarakat mengaku sangat terbantu dan senang dengan apa yang telah dilakukan Supreme Energy ke masyarakat.

Di sepanjang perjalanan pulang ke Solok, Novianto, berbicara panjang lebar tentang rencana PT Hitay Daya Energy di Kabupaten Solok. Di antaranya adalah pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) khusus bidang panas bumi di Kabupaten Solok. Hal itu menurut Novianto agar masyarakat di sekitar lokasi proyek geothermal tidak melulu bekerja sebagai pekerja kasar atau pekerjaan dengan semi skill. Beasiswa ke masyarakat sekitar juga menjadi prioritas PT Hitay ke depannya. Selain itu, Novianto juga menyatakan pihaknya juga berencana membangun jalan tembus dari kawasan geothermal ke pusat pemerintahan di Arosuka. Jalan sepanjang 12 kilometer tersebut akan memudahkan akses masyarakat ke pusat pemerintahan. Sehingga, masyarakat Lembang Jaya dan sekitarnya tidak perlu lagi menempuh jalan memutar ke Nagari Cupak atau ke Alahan Panjang.

Waterboom Sapan Malulung di Muara Labuh Solok Selatan.

“SMK khusus panas bumi adalah rencana prioritas kami di Kabupaten Solok. Di samping itu, PT Hitay Daya Energy adalah perusahaan asal Turki, yang sangat fokus pendidikan dan peningkatan pemahaman agama Islam. Jadi basis CSR kami nanti, rencananya akan fokus ke empat hal, yakni pendidikan, agama, perekonomian, dan kesehatan. Mudah-mudahan masyarakat bisa mendukung geothermal ini. Sebab, geothermal adalah berkah, bukan bencana. Tidak banyak daerah di Indonesia, bahkan di dunia yang mendapat berkah geothermal ini,” ujarnya. (rijal islamy)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply