Kreatif, Titik-Titik Strategis Sudah Penuh, Caleg Ini Pasang Baliho di Tengah Sawah

Kreatif, Titik-Titik Strategis Sudah Penuh, Caleg Ini Pasang Baliho di Tengah Sawah

Nilai Lokasi Strategis Sudah Penuh

* Kreatif, Caleg Pasang Baliho di Tengah Sawah

SOLOK – Pemilu 17 April 2019 hanya tinggal sekitar satu bulan lebih. Hampir di setiap sudut dan lokasi-lokasi strategis di Kota Solok, dipenuhi alat peraga kampanye berupa baliho, spanduk, poster, stiker dan alat peraga lainnya. Para calon anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Sumbar dan DPRD Kota Solok, memasang foto dan “ajakan” untuk memilih mereka. Namun, sejumlah calon justru “memilih” titik-titik alternatif untuk memasang tanda gambar. Salah satunya adalah Ramadhani Kirana Putra, Caleg DPRD Kota Solok dari Partai Golkar, yang memasang baliho besar di tengah sawah. 

Baliho Ramadhani Kirana Putra, tidak dipasang di tepi jalan atau di persimpangan jalan, tapi di tengah sawah. Salah satunya berada di Kelurahan Sembilan Korong, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok. Meski berada di tengah sawah, keberadaan baliho ini sangat menyita perhatian pegawai Pemko Solok dan masyarakat. Pasalnya, sawah tersebut berada persis di samping gerbang keluar Balaikota Solok dan di depan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Solok, Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Solok.

“Tempat-tempat strategis sudah pada penuh. Saya mencari tempat menyendiri, biar bisa tampil sendiri,” ungkap Dhani kepada Khazanah, Selasa (12/3). 

Nama Ramadhani Kirana Putra sangat familiar di Kota Solok. Tokoh muda yang pernah menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Solok dan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Solok tersebut adalah “jawara” di Pileg 2014 lalu. Dhani menjadi peraih suara terbanyak di Dapil 1 Lubuk Sikarah, dengan raihan 1.270 suara.

Sebagai figur pemuda kreatif di Kota Solok, nama Ramadhani makin populer dengan sejumlah gebrakan kemasyarakatan yang dilakukannya. Salah satunya, dengan sukses mendatangkan Ustadz Abdul Somad (UAS) ke Kota Solok saat menjadi Ketua KNPI Kota Solok pada Kamis, 18 Oktober 2018 lalu. Selain itu, sebagai figur muda, Dhani juga aktif mensosialisasikan dirinya di sejumlah akun media sosial (Medsos). Di dunia maya tersebut, Dhani menggunakan “strategi tak biasa”, yakni sering memasang foto kegiatan dirinya dengan caleg-caleg lain dari partai berbeda, namun dari Dapil yang sama.

Ramadhani Kirana Putra saat Tabligh Akbar Ustad Abdul Somad (UAS) di Lapangan Merdeka Kota Solok, Kamis 18 Oktober 2018.

“Saya ingin menyampaikan pesan, bahwa meski berkompetisi untuk menarik simpati masyarakat, tapi komunikasi sesama caleg itu penting. Hal ini agar bisa mencerdaskan pemilih. Supaya jangan sampai ada dinamika yang tidak sehat di lapangan. Menarik simpati masyarakat penting, tapi hubungan silaturahmi lebih penting. Jangan sampai pesta demokrasi ini, membuat masyarakat terpecah belah, apalagi sesama Caleg,” ujarnya.

Ramadhani Kirana Putra (kanan) bersama Ustadz Abdul Somad (UAS).

Para politisi muda Kota Solok menggebrak percaturan politik di Kota Solok. Wajah DPRD Kota Solok saat ini diisi figur-figur muda. Tidak sekadar tampil, para politisi muda tersebut justru menjadi peraih suara terbanyak pada Pileg 2014 lalu. Suara terbanyak yang diraih Dhani memang sudah diprediksi sebelumnya. Hal itu merujuk pada latar belakangnya sebagai figur muda yang aktif di berbagai organisasi kepemudaan (OKP) di Kota Solok dan Sumbar. Beberapa organisasi besar pernah dipimpinnya, seperti Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Solok periode 2007-2008. Ketua DPD KNPI Kota Solok 2014-2017, Wakil Ketua KNPI Sumbar, Bendahara Umum KAHMI Solok dan Wakil Ketua DPD Golkar Kota Solok.

Dari segi pendidikan, politisi kelahiran 8 Juli 1987 ini, sedang menuntaskan pendidikan doktoral (S3) di salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Selain sebagai Anggota DPRD yang sangat vokal, Dhani juga aktif sebagai dosen di beberapa kampus swasta di Sumbar. Serta sering diminta sebagai pemateri dan narasumber pelatihan-pelatihan pemuda se-Sumbar. Penampilannya yang sederhana dan santun, membuatnya sangat disenangi oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Oo. Pak Dewan nan gagah dan elok tu..” (Anggota DPRD yang ganteng dan baik itu), saat namanya ditanyakan ke masyarakat Kota Solok. 

“Pandangan politik yang sehat tentunya akan melahirkan sitem politik yang sehat pula. Mereka yang memandang bahwa dalam berpolitik itu harus menjunjung tinggi norma-norma yang ada, pastilah berpolitik yang sopan, beretika. Masyarakat akan menilai seluruh anggota DPRD, terhadap apa yang dilakukannya ke masyarakat. Karena sejatinya, keberadaan anggota dewan adalah untuk memperjuangkan nasib masyarakat,” ujarnya.

Dukungan keluarga diakui Dhani menjadi modal terbesar baginya di dunia politik. Anak ke-14 dari 16 orang bersaudara, dengan satu ayah dan satu ibu ini, ditempa oleh kakak-kakaknya dalam mengarungi hidup. Sebab, saat umurnya 6 tahun, dirinya sudah yatim dan di umur 12 tahun, menjadi yatim piatu. Hidup dalam keluarga yang sangat besar di satu rumah, membuat Dhani selalu ditempa dan diajarkan bekerja keras. Tumbuh dan dibesarkan dalam hidup yang sangat disiplin, membuat karakternya terbentuk menjadi pribadi yang kuat.

Deretan tanda gambar caleg di lokasi “strategis”, di Kawasan Jalan Lingkar Utara, Laing, Kota Solok.

“Kami hidup dalam keluarga besar dengan berbagai macam sifat dan karakter. Didikan untuk selalu bekerja keras dan disiplin yang tinggi, membuat kami semua bahwa hidup adalah sebuah perjuangan. Kami juga ditanamkan sikap untuk selalu menghargai siapapun tanpa membedakan status. Hal itu, membuat seberat apapun masalah, bisa diatasi jika diselesaikan bersama-sama,” ungkapnya.

Mengenai pandangannya terhadap banyaknya politisi muda yang bermunculan di Kota Solok saat ini, suami dari Nanda Dona Malini, STr.Keb ini menyatakan pemuda punya tanggung jawab terhadap keberlangsungan bangsa. Menurutnya, sebagai pemegang estafet kepemimpinan, anak muda harus siap dan berani jadi pemimpin.

Deretan tanda gambar caleg di lokasi “strategis”, di Kawasan Jalan Lingkar Utara, Laing, Kota Solok.

“Nasib bangsa dan masyarakat di masa depan berada di tangan pemuda. Pemuda harus mampu menjawab tantangan itu, dengan membekali diri dengan kerja keras dan kemampuan yang cukup. Jika saatnya tiba, pemuda harus siap dan berani menjadi pemimpin,” ujar adik mantan Anggota DPRD Kota Solok periode 2009-2014, Afrijon Dt Ganiang Sati ini. (rijal islamy)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply