MTsN 3 Solok Shalat Ghaib untuk Korban Penembakan di Selandia Baru

MTsN 3 Solok Shalat Ghaib untuk Korban Penembakan di Selandia Baru

SOLOK – Ratusan siswa, guru dan pegawai Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Solok menggelar Shalat Ghaib untuk para korban penembakan di masjid Selandia Baru, Sabtu 23/3). Shalat Ghaib untuk para korban penembakan Brenton Tarrant pada Jumat (15/3) pekan lalu ini, dilaksanakan di Lapangan Upacara MTsN 3 Solok yang berlokasi di Jalan Gajah Mada No. 32, Nagari Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok. Bertindak sebagai Imam Ustad Umar Hussain yang merupakan salah seorang guru MTsN 3 Solok yang juga merupakan salah seorang mubaligh yang aktif dan “boneh” yang dimiliki oleh Nagari Alahan Panjang. 

Kepala MTsN 3 Solok Maidison menyatakan kegiatan ini merupakan wujud duka cita Kementerian Agama terhadap penembakan brutal saat ibadah Shalat Jumat di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3). Selain itu, Maidison juga menyatakan kegiatan ini juga berdasarkan surat imbauan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok, Alizar Chan, kepada Seluruh Kepala Madrasah se-Kabupaten Solok.

“Alhamdulillah pagi ini siswa dan majelis guru telah melaksanakan sholat Ghaib dengan baik dan khusyuk. Kita berharap pelaksanaan sholat ini memberikan banyak Ibroh (pembelajaran) kepada kita semua terutama masyarakat madrasah. Dengan adanya peristiwa yang menggetarkan dunia ini harapan kita timbulnya kesadaran dan menambah kecintaan mereka terhadap Islam. Tidak hanya terfokus pada rutinitas ibadah saja untuk diri sendiri tapi juga turut menjadi pengembang ajaran Islam kepada seluruh umat manusia di dunia ini dengan  menjadi khalifah dan pelanjut risalah kenabian kepada generasi generasi millenial yang hidup di tengah pesatnya perkembangan teknologi di abad 21 ini,” ujar Maidison kepada Khazanah, Sabtu (23/3). 

Lebih lanjut Maidison mengharapkan Shalat Ghaib ini mampu menumbuhkan rasa empati dan solidaritas yang tinggi terhadap saudara seiman dan seakidah yang sedang menghadapi ujian. Apalagi ujian keimanan dan aqidah seperti yang terjadi di Palestina, Bosnia, Somalia, Suriah, Libya dan negara negara yang terlibat konflik lainnya.

“Dengan kegiatan yang bersifat Insidentil ini akan menjadi proses pembelajaran yang sangat berharga buat kita semua. Khususnya siswa. Dengan adanya peristiwa di Christchurch oleh Brenton Tarrant dan kawan kawan nya ini seolah membuka mata kita akan eksistensi Islam yang sangat ditakuti oleh orang-orang anti Islam yang yang menutup hatinya untuk mengakui bahwa Islam adalah agama Rahmatan Lil’alamin”. Agama yang menjamin akan keselamatan seluruh makhluk yang ada di muka bumi ini.” Sehingga dengan adanya pemahaman seperti ini akan membentuk karakter siswa yang islami  dalam wujud aplikasi sikap, perbuatan dan ibadahnya sehari hari,” ujarnya. 

Rangkaian kegiatan Shalat Ghaib ini ditutup dengan pengumpulan infak yang akan diserahkan melalui Kemenag Kabupaten Solok dan Kemenag Sumbar. Infak yang terkumpul sebanyak Rp 1.200.000.

“Semoga niat dan doa kita diijabah Allah dan para korban kebrutalan ini mendapat tempat yang indah di surga Allah,” ujar Maidison. (rijal islamy)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply