BPJS Kesehatan Cabang Solok Lunasi Klaim di FKTP dan FKRTL Rp 47,7 Miliar

BPJS Kesehatan Cabang Solok Lunasi Klaim di FKTP dan FKRTL Rp 47,7 Miliar
Pegawai BPJS Kesehatan Cabang Solok berfoto bersama wartawan pada media gathering di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Solok, Selasa (16/4).

SOLOK – BPJS Kesehatan Cabang Solok telah menggelontorkan dana sebesar Rp 47.716.489.271 untuk membayar utang klaim yang jatuh tempo pembayaran 15 April 2019. Dana klaim itu dibayarkan kepada 254 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 29 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL). Hal itu diungkapkan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Solok, Rizka Adhiati, melalui PPS BPJS Kesehatan Cabang Solok, Marinus Hardi Sampeliling, saat media gathering di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Solok, Selasa (16/4).

“Semua tagihan klaim rumah sakit, FKTP dan FKRTL yang lolos verifikasi telah dibayarkan. Pembayarannya dengan memakai mekanisme first in first out. Urutan pembayarannya disesuaikan dengan catatan kami. Rumah sakit yang lebih dahulu mengajukan berkas secara lengkap, tentu transaksi pembayaran klaimnya akan diproses terlebih dahulu. Upaya menuntaskan pembayaran fasilitas kesehatan ini dapat terwujud karena adanya dukungan penuh dari Kementrian Keuangan dan Kementrian Kesehatan,” ujar Marinus. 

Marinus mengatakan, setiap tanghal 15 merupakan tanggal pembayaran kapitasi untuk FKTP. Oleh karena itu, ada kemungkinan pembayaran non kapitasi dan tagihan rumah sakit dibayarkan BPJS Kesehatan Cabang Solok pada hari berikutnya. Hal ini merupakan mekanisme pembayaran yang rutin dilakukan setiap bulan oleh BPKS Kesehatan.

“Biasanya mitra perbankan kami menjalankan transaksi pembayaran kapitasi ini dahulu. Namun kami pastikan kewajiban pembayaran ke fasilitas kesehatan sesuai ketentuam yang berlaku dapat dilakukan hari ini, agar kita bisa memantau dan memastikan fasilitas kesehatan di wilayah kerja kita telah dibayar sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Marinus Hardi.

Dikatakannya, dengan dibayarnya utang klaim jatuh tempo oleh BPJS Kesehatan kepada fasilitas kedehatan, diharapkan pihak fasilitas kesehatan juga bisa melakukan kewajibannya sesuai dengan yang tertuang dalam regulasi. Ia juga berharap pihak rumah sakit, FKTP dan FKRTL dapat kian optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada para pasien JKN-KIS.

“Kami selalu berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan yang melayani pesertaJKM-KIS untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi, sebagaimana yang diatur dalam regulasi yang ditetapkan pemerintah. Dengan demikian diharapkan masyarakat semakin yakin bahwa program ini akan terus berlansung, rumah sakit menjadi lebih tenang dan tenaga kesehatan merasa nyaman,” ujarnya lagi.

Pegawai BPJS Kesehatan Cabang Solok berfoto bersama wartawan pada media gathering di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Solok, Selasa (16/4).

Marinus Hardi juga mengungkapkan, program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan selain memberikan jaminan layanan kesehatan yang berkualitas , juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan industri kesehatan dan penciptaan lapangan kerja. Menurutnya, apabila terdapat kekurangan, hendaknya dapat diperbaiki bersama-sama. Jangan sampai ada diskriminasi pelayanan yang bersifat kasuistis, lalu digeneralisir, sementara sangat banyak peserta JKN-KIS yang terlayani dengan baik.

“Ke depan, pemerintah akan terus menjaga sustainabilitis Program JKN-KIS ini dan pelayanan kepada masyarakat akan terus diperbaiki. Kami berterimakasih kepada penyedia layanan (provider) sekaligus mohon maaf serta apresiasi atas kerjasama, pengertian dan kesabarannya selama ini,” lanjutnya.

BPJS Kesehatan Cabang Solok merupakan salah satu kantor cabang di antara 4 kantor cabang di Sumbar. Tiga kantor cabang lainnya berada di Kota Padang, Kota Bukittinggi dan Kota Payakumbuh. BPJS Kesehatan Cabang Solok, membawahi operasional layanan kesehatan 6 daerah di Sumbar bagian timur. Yakni Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan, Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Dharmasraya. Selain kantor cabang yang berada di Kota Solok, juga terdapat lima kantor operasional di 5 kabupaten/kota lain di Sumbar bagian timur.

Untuk memaksimalkan layanan, BPJS Kesehatan Cabang Solok juga memiliki kader Jaminan Kesehatan Nasional (Kader JKN). Kader yang di setiap daerah berjumlah 6 orang ini, turun langsung ke masyarakat, mendatangi rumah-rumah warga untuk menjelaskan informasi tentang JKN-KIS, sosialisasi progran dan memungut tagihan iuran dari masyarakat yang tidak sempat membayar ke kantor cabang atau kantor operasional BPJS Kesehatan. (rijal islamy)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply