Kota Solok Peringkat ke-4 Daerah Rawan Money Politic se-Indonesia

Kota Solok Peringkat ke-4 Daerah Rawan Money Politic se-Indonesia
Ketua Bawaslu Kota Solok, Triati, dalam kegiatan Fasilitasi Publikasi dan Dokumen Pengawas Pemilu di D'Relazion Cafe, Kota Solok, Sabtu (13/4).

SOLOK – Kota Solok, Sumatera Barat, menempati peringkat ke-4 daerah yang dinyatakan rawan money politics (politik uang) se-Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pusat, Kota Solok juga dinyatakan rawan dalam partisipasi pemilih, mencoblos berulang dan menggantikan orang yang tidak ikut memilih (golput). Hal itu diungkapkan Ketua Bawaslu Kota Solok, Triati, dalam kegiatan Fasilitasi Publikasi dan Dokumen Pengawas Pemilu di D’Relazion Cafe, Kota Solok, Sabtu (13/4).

Ketua Bawaslu Kota Solok, Triati, dalam kegiatan Fasilitasi Publikasi dan Dokumen Pengawas Pemilu di D’Relazion Cafe, Kota Solok, Sabtu (13/4).

Kegiatan yang mengangkat tema; Pemantapan Persiapan Pengawasan Menghadapi Masa Tenang dan Pungut Hitung Pemilu 2019 Bersama Awak Media dan Stakeholder, dihadiri oleh Ketua Bawaslu Kota Solok Triati, Ketua KPU Kota Solok Asraf Danil, Anggota Bawaslu Rafiequl Amin dan Budi Santosa, Kepala Satpol PP Kota Solok Ori Affilo, Panwascam, Panwas Kelurahan, Media, dan personel Intelkam Polres Solok Kota dan Seksi Intel Kodim 0309/Solok.

Ketua Bawaslu Kota Solok, Triati, menyebutkan bahwa pihaknya menemukan satu kasus money politic di Kota Solok. Menurut Triati, pihaknya di Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kota Solok yang terdiri dari Bawaslu Kota Solok, Polres Solok Kota dan Kejari Solok, sedang melakukan investasi mendalam terhadap kasus tersebut.

“Kita sedih dinyatakan sebagai daerah yang rawan peringkat ke-4 se-Indonesia. Namun, hal ini merupakan sebuah kewaspadaan bagi Kota Solok. Karena itu, diharapkan seluruh warga masyarakat dan stakeholder bersama-sama mengawasi jalannya pesta demokrasi ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Triati menyebutkan, hari ini merupakan hari terakhir kampanye. Para peserta Pemilu tak boleh lagi kampanye hingga 17 April 2019. Bawaslu bersama Satpol PP dan stakeholder terkait akan melakukan penertiban kampanye serentak. Tim akan melakukan penertiban di seluruh titik-titik di Kota Solok, termasuk Kantor partai dan posko relawan.

“Kita bersyukur Parpol saat ini banyak yang sudah membersihkan APK (alat peraga kampanye). Kita harapkan hal ini dapat membuat suasana Pemilu sebagai layaknya sebuah pesta. Yakni pesta demokrasi,” ungkapnya.

Anggota Bawaslu Kota Solok, Budi Santosa, dalam kegiatan Fasilitasi Publikasi dan Dokumen Pengawas Pemilu di D’Relazion Cafe, Kota Solok, Sabtu (13/4).

Sementara itu, Anggota Bawaslu Kota Solok, Budi Santosa, mengharapkan seluruh jajaran Bawaslu seperti Panwascam dan Panwas Kelurahan untuk lebih maksimal melaksanakan pengawasan. Menurutnya, mulai tanggal 14 pihaknya mulai melakukan pengawasan formulir C6 ke KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara).

“Jangan sampai formulir C6 jatuh ke masyarakat yang tidak berhak. Seperti orang sudah meninggal, sudah pindah. Sebab, hal ini merupakan pidana Pemilu. Sementara itu, di pihak KPU akan dilakukan pendistribusian logistik Pemilu. Jadi, meski tanggal 14-16 April 2019, meski disebut masa tenang, tapi para peserta memasuki masa gelisah. Paling rawan adalah politik uang. Bagi sembako dan barang. Jadi kuncinya adalah melakukan pengawasan dan pendidikan politik yang baik ke masyarakat,” ujarnya. (rijal islamy)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply