Sejarah, Kapolres di Daerah Rawan Pemilu ini, Kumpulkan Seluruh Caleg di Mapolres

Sejarah, Kapolres di Daerah Rawan Pemilu ini, Kumpulkan Seluruh Caleg di Mapolres

SOLOK – Terobosan unik dilakukan Kepolisian Resor (Polres) Solok Kota, Sumatera Barat jelang Pemilu 17 April 2019. Polres yang berada di tengah Provinsi Sumbar tersebut menggelar silaturahmi dengan calon legislatif (Caleg) se-Kota Solok di Mapolres Solok Kota, Minggu malam (14/4). Ratusan Caleg dari seluruh partai peserta Pemilu berkumpul dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan. Kegiatan ini digagas Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan Dt Pandeka Rajo Mudo, dan dihadiri Ketua KPU Kota Solok Asraf Danil, Ketua Bawaslu Kota Solok Triati, Kanit Riksa Kejari Solok Frans, Ketua LKAAM Kota Solok Rusli Khatib Sulaiman, Ketua Bundo Kandung Kota Solok, pengurus partai politik dan seluruh jajaran Polres Solok Kota.

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, S.IK, MH, yang sebelumnya dinobatkan sebagai warga kehormatan Kota Solok dan dianugerahi gelar Datuk Pandeka Rajo Mudo, dalam silaturahmi tersebut mengingatkan bahwa seluruh Caleg merupakan calon pemimpin dan panutan bagi masyarakat Kota Solok ke depan. Karena itu, sebagai “Urang Solok”, Dony berharap seluruh Caleg dalam eskalasi politiknya, agar bisa mendekati masyarakat dengan cara yang bermartabat dan berintegritas. Semangat dan pola fikir seperti itulah yang bisa membawa perubahan di Kota Solok ke arah yang lebih baik.

“Kota Solok adalah kota kecil. Sehingga, seluruh masyarakatnya saling mengenal dan memiliki hubungan kekerabatan. Termasuk para Caleg, semua bersaudara. Maka berkompetisilah dalam menarik simpati masyarakat dengan cara yang bermartabat dan berintegritas. Sebagai sesama saudara, sesama kerabat, siapapun yang terpilih nantinya, adalah kemenangan seluruh masyarakat,” ujar Dony. 

Dalam silaturahmi bertajuk; Menolak Politik Uang tersebut, Dony Setiawan juga meminta seluruh Caleg, pengurus partai dan stakeholder untuk mendukung penuh KPU, Bawaslu, Polres Solok Kota, Kejari Solok dan elemen masyarakat dalam mewujudkan Pemilu yang damai dan berkualitas. Dony juga menegaskan bahwa Polres Solok Kota memiliki komitmen kuat menindak para pelaku pelanggaran Pemilu di wilayah hukum Polres Solok Kota. Datuk Pandeka Rajo Mudo juga menyatakan Polres Solok Kota memiliki aplikasi “Paga Nagari” yang juga melayani laporan dari masyarakat terkait pelanggaran Pemilu.

“Mewujudkan Pemilu yang damai, dukungan kepada penyelenggara dan pengawas Pemilu sangat dibutuhkan. Polres Solok Kota yang tergabung dalam Gakkumdu, akan “jemput bola” menangani  kasus-kasus pelanggaran Pemilu. Di aplikasi berbasis android ‘Paga Nagari’, terdapat tombol panic button yang jika tombolnya ditekan masyarakat, personel Polres Solok Kota yang terdekat akan langsung tiba di lokasi,” ujarnya.

Ketua Bawaslu Kota Solok, Triati, menyebutkan pihaknya akan senantiasa berusaha maksimal untuk meminimalisir pelanggaran Pemilu. Tidak hanya dari segi penindakan, namun juga upaya pencegahan dan sosialisasi ke seluruh lapisan masyarakat. Saat ini, Gakkumdu Kota Solok sedang mendalami dan menginvestigasi mendalam satu kasus money politic di Kota Solok.

“Saat ini, kita sedang mendalami satu kasus money politic. Sebelumnya, satu kasus kampanye di luar jadwal sudah divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Solok, beberapa hari lalu. Kita harapkan, dengan adanya kasus ini, bisa menjadi efek jera bagi pelaku money politic dan masyarakat bisa lebih waspada lagi,” ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala Seksi Pemeriksaan (Kasi Riksa) Kejari Solok, Frans, menyatakan optimalisasi peran Gakkumdu ditujukan untuk menciptakan Pemilu berkualitas dan berintegritas. Mantan Kasi Pidum Kejari Bone Molango, Gorontalo, tersebut menyatakan penanganan kasus pidana Pemilu berlangsung sangat cepat.

“Untuk kasus terkait pelanggaran Pemilu, selama 51 hari harus bisa memutuskan. Hal ini berbeda dengan tindak pidana umum yang maksimal 120 hari. Sehingga, kita harus ekstra dalam penanganan perkara. Padahal kasus money politics, terbilang sangat sulit dalam pembuktian,” ujarnya.

Ketua KPU Kota Solok Asraf Danil menyatakan pihaknya saat ini sedang melakukan distribusi formulir C6 ke pemilih. Asraf juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen di Kota Solok yang masih percaya ke KPU. Menurutnya, Pemilu 2019 merupakan pemilu rumit. Tidak hanya menggabungkan dua Pemilu (Pilpres dan Pileg), tapi juga banyak rangkaian proses yang berjalan beriringan dengan mekanisme.

“Contohnya keputusan Mahkamah Konstitusi terkait pemilih pindahan adalah 7 hari sebelum hari pemungutan suara. Keputusan itu, dikeluarkan hanya beberapa hari sebelum pemberlakuan. Belum lagi tentang penetapan DPT (daftar pemilih tetap), yang terjadi hingga tiga kali perubahan menjadi DPT HP3 (hasil perubahan ketiga). Namun, rumitnya segala persoalan itu, tetap berjalan maksimal berkat dukungan seluruh elemen masyarakat. Kita harapkan Pemilu 17 April mendatang bisa berlangsung dengan lancar,” harapnya. 

Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Solok, Rusli Khatib Sulaiman mengharapkan seluruh masyarakat Kota Solok untuk memberikan suara sesuai hati nurani pada 17 April mendatang. Rusli menegaskan para caleg, senator dan presiden yang terpilih nantinya akan menjadi pemimpin masyarakat masa depan. Rusli juga mengapresiasi gagasan Kapolres Solok Kota mengumpulkan seluruh Caleg se-Kota Solok dalam silaturahmi.

“Solok merupakan negeri kita yang harus kita jaga. Kita sangat apresiasi Datuk Pandeka Rajo Mudo. Karena, baru kali ini ada Kapolres yang bisa mengumpulkan caleg untuk silaturahmi,” ujarnya. (rijal islamy)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply