Rusdi Saleh; Perjuangan si Flamboyan yang Penuh Liku

Rusdi Saleh; Perjuangan si Flamboyan yang Penuh Liku

Profil Anggota Dewan Terpilih, Rusdi Saleh
* Perjuangan si Flamboyan yang Penuh Liku

Tidak harus menjadi pejabat untuk dikenal orang banyak. Menjadi orang baik, adalah jika mampu berguna bagi masyarakat luas. Prinsip yang dipegang teguh Rusdi Saleh, calon Anggota DPRD Kota Solok dari Partai Amanat Nasional Dapil I Lubuk Sikarah.

Laporan RIJAL ISLAMY, Solok

Rekapitulasi suara calon Anggota DPRD Kota Solok sudah diplenokan KPU Kota Solok, Jumat (3/5/2019). Sama seperti rekapitulasi internal sejumlah parpol, komposisi Anggota DPRD Kota Solok terpilih sudah didapatkan. Di luar persoalan hukum seperti money politics (politik uang), komposisi 20 orang anggota dewan terhormat sudah didapatkan. Di daerah pemilihan (Dapil) I Lubuk Sikarah, dari alokasi 11 kursi, sebanyak 6 wajah baru bakal mengisi DPRD Kota Solok periode 2019-2024.

Rapat Pleno Terbuka penetapan hasil pemungutan suara tingkat Kota Solok di Gedung Kubung Tigobaleh, Jumat (3/5/2019).

Nama Rusdi Saleh, dari Partai Amanat Nasional (PAN), menjadi salah satu dari 6 wajah baru dari Dapil Lubuk Sikarah. Meski jauh hari sudah diprediksi bakal melenggang mulus ke “Rumah Bagonjong”, namun, perjuangan Rusdi Saleh melewati tembok terjal. Baik dari pribadi, maupun dari Parpol yang menjadi “kapal”-nya “berlayar” ke legislatif Kota Solok.

Melewati pedihnya perjalanan hidup dari seorang yatim saat berusia 5 bulan, Rusdi Saleh merasakan susahnya hidup yang serba kekurangan. Usai menamatkan sekolah, pada 1989, dirinya kemudian pergi merantau ke tanah jawa. Melakukan pekerjaan kasar seperti kuli bangunan, buruh bongkar muat pasir, hingga pedagang kaki lima (PKL) pernah dilakoninya. Berbekal ketegaran, dirinya juga pernah menjalani hidup sebagai desainer pakaian dan masuk ke dunia kontraktor. Pada 2009, dirinya pulang kampung ke Kota Solok dan menjalani profesi sebagai kontraktor bangunan.

Setali tiga uang, kariernya di dunia politik dan kemasyarakatan juga penuh liku. Berawal dari ditunjuk sebagai Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Tanah Garam, Rusdi Saleh semula berniat maju dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Mendadak, Rusdi Saleh berlabuh di PAN dengan alasan yang tak pernah mau diungkapkannya hingga kini. Padahal, secara matematis, peluangnya di PPP jauh lebih besar. Sebab, incumbent (petahana), Daswippetra Dt Manjinjing Alam, “naik kelas” ke caleg DPRD Sumbar. Sementara, di PAN Lubuk Sikarah, terdapat dua petahana di DPRD Kota Solok, yakni Angry Nursya dan Jasri. 

Ujian sesungguhnya datang saat ibundanya meninggal dunia pada November 2018 lalu. Tepat lima bulan sebelum Pemilu 17 April 2019 lalu. Sehingga, ibundanya tidak sempat lagi melihat anak laki-laki satu-satunya duduk sebagai Anggota DPRD Kota Solok. Namun, sebelum meninggal, ibundanya sempat berpesan; “Isi dulu paruik urang, baru isi paruik awak (isi dulu perut orang, baru isi perut kita”.

“Umur lima bulan, ayah saya meninggal. Kemarin, lima bulan sebelum Pemilu, ibu saya meninggal. Sehingga, beliau tidak bisa menyaksikan saya di DPRD Kota Solok,” ungkapnya.

Kekuatan persahabatan diakui Rusdi Saleh sebagai modalnya yang paling berharga. Wajah orang kebanyakan, tidak ganteng, meski gagah, membuatnya cepat akrab dengan siapa saja. Pertemuan dengannya dijamin berlangsung hangat dan akrab. Suami dari Suryani dan ayah dari Aurel Arya Nugraha ini, bisa diajak bicara apa saja. Diakuinya, hal ini tidak terlepas dari latar belakangnya yang pernah menjalani berbagai macam pekerjaan. 

Pria kelahiran 16 Oktober 1970 tersebut dikenal sebagai sosok yang membangun, memugar, memperbaiki dan mempercantik masjid, mushalla, dan bangunan untuk pendidikan. Masing-masing bangunan tersebut bernilai ratusan juta, bahkan miliaran rupiah. Tentu, bukan jumlah yang kecil untuk ukuran Kota Solok, Kabupaten Solok, bahkan Sumatera Barat.

“Kerja saya merawat rumah Allah. Memperbaiki rumah ibadah dan sarana pendidikan yang butuh perawatan. Bukan sesuatu yang spesial, apalagi luar biasa. Sebab, saya hanya melakukannya semampu saya saja,” ujarnya merendah.

Lalu, mengapa Rusdi Saleh mau melakukan hal itu? Sebuah pertanyaan yang awalnya enggan dibahas pria yang hobi memakai topi pet tersebut. Dirinya beralasan takut ria dan dalam prosesnya, dirinya hanya sebagai penyalur atau perantara semata. Ditambahkannya, dirinya ingin segala sesuatunya berjalan alami.

“Saya hanya orang yang diberi kepercayaan dari Pak Yenon Osra, melalui Yayasan Darianis Yatim milik beliau,” ujarnya. 

Menyebut nama Yenon Osra dan Yayasan Darianis Yatim, pembicaraan semakin menarik. Pasalnya, Yenon Orsa merupakan tokoh perantau asal Nagari Tanjung Bingkung, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok. Yenon Osra sukses dalam bidang pendidikan dan Teknologi Informatika (TI). Melalui Yayasan Darianis Yatim, Yenon selama dikenal sebagai orang yang banyak membantu biaya pendidikan siswa miskin berprestasi, membangun dan memugar masjid dan mushalla, serta membangun sarana di bidang pendidikan. Sebuah kepedulian terhadap sesama yang membuat namanya dikenal luas di Solok, namun banyak yang tidak pernah bertemu atau bertatap muka dengannya.

Lalu, mengapa seorang Rusdi Saleh bisa menjadi tangan kanan Yenon Osra dan dipercaya mengelola dana berjumlah miliaran rupiah tersebut? Di sinilah letak kekuasaan Allah. Kedekatan Rusdi Saleh dengan Yenon Osra berawal dari kedekatannya dengan Hj. Yenna Roseva Bur. Adik kandung Yenon Osra tersebut merupakan teman akrab Rusdi Saleh sejak SMP dan SMA. Yakni saat awal mendirikan Yayasan Darianis Yatim dan sekolah PAUD di Tanjung Bingkung, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok. Sebuah sekolah gratis untuk masyarakat, dengan segala fasilitas lengkap yang tidak dipungut bayaran. 

Setelah pendirian yayasan tersebut, kedekatan Yenon Osra dan Rusdi Saleh semakin menjadi. Dari sejumlah pertemuan dan bincang-bincang ringan, Yenon mulai terbuka berdiskusi tentang banyak hal pada Rusdi Saleh. Termasuk soal bisnis dan niatnya membantu masyarakat miskin di Kabupaten Solok, Kota Solok dan Sumatera Barat. Rusdi Saleh pun menanggapinya secara jujur dan tidak dibuat-buat, atau untuk sekadar menyenangkan hati Yenon Osra. Jawaban-jawaban tersebut membuat Yenon Osra terkesan, dan menaruh kepercayaan.

Singkat cerita, Rusdi Saleh mulai dipercaya mengelola dana Yenon Osra untuk membangun rumah ibadah dan sarana pendidikan. Hidupnya berubah flamboyan dengan disiplin tinggi menjaga kepercayaan dan komitmen. Rusdi Saleh selalu memberikan laporan apa adanya. Baik laporan keuangan, laporan progress (kemajuan) pembangunan, hingga detail-detail terkecil sekalipun. Hal ini makin menambah kepercayaan Yenon Osra kepadanya. Bahkan, Rusdi Saleh kemudian senantiasa diminta saran dan pendapatnya di bisnis yang digeluti Yenon Osra.

“Kalau KPK punya jargon; ‘Berani Jujur, Hebat’, saya juga punya jargon; Jujur itu,  Wajib. Karena kejujuran, keikhlasan, kepercayaan dan karakter akan menentukan siapa kita. Tugas kita dalam hidup ini sederhana, yakni berbuat yang terbaik bagi masyarakat dan beribadah kepada Allah,” ujarnya. 

Kedekatan dan kepercayaan Yenon Osra senatiasa dijaga Rusdi Saleh semaksimal mungkin. Bahkan, Rusdi Saleh dipercaya menjadi decission maker (pengambil keputusan) di Yayasan Darianis Yatim. Hubungan Rusdi Saleh dan Yenon Osra sudah seperti kakak beradik. Bukan seperti hubungan atasan dan bawahan. Meski berbagai macam fitnah, hasutan, hingga berbagai upaya menjelekkan dirinya, tak mampu menggoyahkan “kepercayaan” Yenon kepadanya. Justru, terhadap orang yang melakukan upaya negatif tersebut, Rusdi Saleh tidak marah, tapi berusaha mendekati dan mempertinggi jalinan silaturahmi.

“Penilaian orang adalah hak orang. Mari kita bertanya saja pada diri sendiri. Berfikiran negatif akan selalu membuat sulit. Dugaan, dendam dan niat buruk justru akan mempersulit hidup. Jika masih merasa sakit hati, berarti tidak ikhlas. Namun, silaturahmi jangan pernah terputus. Justru hal itu membuktikan bahwa sebagai manusia kita tidak sempurna. Karena kebenaran akan mencari jalannya sendiri,” ujarnya. 

Bagi banyak orang di Kota Solok dan Kabupaten Solok, sepak terjang Rusdi Saleh dalam melakukan kegiatan sosial selalu diapresiasi. Banyak masyarakat berdecak kagum, pemerintah tentu saja mengapresiasi sebagai bentuk implementasi dari konsep Kota Beras Serambi Madinah. Banyak warga Solok mengaku takjub tentang langkah-langkah sosial Rusdi Saleh. Apresiasi dan atensi masyarakat mendapat ruang tersendiri. Tokoh peduli yang kesehariannya  sibuk mengurus rumah ibadah itu melakukan kebaikan tanpa menarik imbalan apa-apa dari siapa-siapa. Ia bahkan sangat jauh dari bahasa pencitraan semata. Di dunia Pendidikan, pria kelahiran Solok 16 Oktober 1970 itu dikenal sebagai penggagas berdirinya pesantren bernilai puluhan miliar.

Menyebut sedikit di antara puluhan tempat ibadah yang dikerjakan, antara lain dua masjid di nagari Tanjung Bingkung, dua mushalla bangun baru,1 mesjid,1 mesjid raya renovasi berat, 1 mushalla di kawasan Kilo 7, Masjid Nurul Hidayah Banda Pandung, renovasi Masjid KTK, Masjid Gawan, Mushala Payo, Pesantren Warasatul Anbiya dan Masjid Nurul Ilmi Simpang Rumbio. 

Khusus pemugaran Masjid Nurul Iman Asrama 12 Tanah Garam, pria yang suka bercengkrama dan bersosialisasi dengan banyak orang itu mengatakan, masjid ukuran 20×14 meter itu sebelumnya cuma ada tiga tiang terbengkalai akibat biaya terbatas.

“Saya berangkat dari nol besar. Saya pernah dihina, diusir dan diremehkan. Karena itu, saya bisa merasakan apa yang dirasakan warga kebanyakan. Karena itu, berbagi bukan untuk dipuji. Tapi untuk membantu orang lain dengan tujuan untuk pengabdian. Jika mau dihargai, hargai dulu orang lain. Kalau jadi orang besar, besarkan dulu orang lain,” ungkapnya. 

Kini, Rusdi Saleh aktif dalam berbagai macam kegiatan pemuda dan organisasi kemasyarakatan. Sebelumnya sebagai Ketua LPMK Kelurahan Tanah Garam, hingga beberapa waktu lalu, dipercaya menjadi Ketua Alumni SMPN 1 Kota Solok. (***)

Daftar Sementara DPRD Kota Solok 2019-2024

Dapil 1 Lubuk Sikarah
1. Yutris Can (Golkar)
2. Ramadhani Kirana Putra (Golkar)
3. Rusdi Saleh (PAN)
4. Deni Nofri (Demokrat)
5. Rusnaldi (Hanura)
6. Leo Murphy (PDIP)
7. Harizal (Gerindra)
8. Wazadli (PBB)
9. Yoserizal (Nasdem)
10. Andi Eka Putra (PPP)
11. Taufiq Nizam (PKS)

Dapil 2 Tanjung Harapan
1. Nasril in Dt Malintang (Golkar)
2. Ade Surya Dharma (Hanura)
3. Rika Hanom (Gerindra)
4. Efriyon Coneng (PAN)
5. Bayu Kharisma (Demokrat)
6. Ade Merta (PKS)
7. Irwan Sari’in (PKPI)
8. Amrinof Dias (Nasdem)
9. Hendra Saputra (PBB)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply