Perkara Korupsi Proyek Lapangan Merdeka Kota Solok Mulai “Makan Korban”

Perkara Korupsi Proyek Lapangan Merdeka Kota Solok Mulai “Makan Korban”

SOLOK – Kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Lapangan Merdeka Kota Solok, mulai memakan korban. Meski begitu, “korban” perdana bukanlah para tersangka di kasus tersebut. Tapi pihak lain yang “memanfaatkan” kasus tersebut untuk menangguk keuntungan. Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Solok Kota melakukan penahanan terhadap tersangka dugaan kasus penipuan dalam perjalanan kasus tersebut. Sat Reskrim menahan AR (42), warga Kelurahan Sinapa Piliang, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, Selasa (2/7). AR diduga melakukan penipuan terhadap mantan Kepala Dins Perumahan Permukiman (Perkim) dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Solok, Jaralis.

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan Dt Pandeka Rajo Mudo, melalui Kasat Reskrim Iptu Defrianto, mengubgkapkan penipuan terjadi sejak bulan Mei 2018 sampai dengan Januari 2019 yang dilaporkan oleh korban ke Polres Solok Kota tanggal 17 Juni 2019. Menurut Defrianto, berdasarkan hasil pemeriksaan, penipuan dilakukan tersangka dengan cara mengirim surat aduan ke KPK sebanyak dua kali (Agustus 2018 dan Januari 2019) terkait dugaan kasus korupsi pembangunan Lapangan Merdeka Kota Solok.

“Tersangka mengatakan kepada korban bahwa perkara dugaan korupsi proyek pembangunan Lapangan Merdeka Kota Solok sedang ditangani KPK dan Mabes Polri. Tersangka menjanjikan dapat membantu mengurus agar penyidikan perkara tersebut dapat dihentikan dengan alasan tersangka banyak kenalan di Mabes Polri dan KPK. Tersangka meyakinkan korban sambil menunjukkan foto-fotonya bersama orang yang disebut-sebutnya sebagai penyidik KPK,” ujarnya.

Defrianto juga menyebutkan, tersangka meminta uang kepada korban sebanyak 13 kali secara bertahap. Yakni melalui tunai ataupun transfer, dengan total sebanyak Rp 71.300.000. Menurutnya, tersangka mengatakan uang tersebut akan diberikan kepada penyidik KPK dan Mabes Polri agar penyelidikan atau penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Lapangan Merdeka Kota Solok dapat dihentikan.

“Saat meminta uang kepada korban tersangka memberikan alasan-alasan bahwa penyidik KPK akan turun ke lapangan, penyidiknya sudah berganti orang dan harus dikasih uang juga atau uang tambahan untuk mengurus perkara di KPK dan Mabes Polri,” ujarnya.

Defrianto juga mengungkapkan penyerahan uang dari korban kepada tersangka secara rinci sebagai berikut:

1. Mei 2018 sebesar Rp 10.000.000 diserahkan langsung oleh korban kepada tersangka.

2. Juni 2018 sebesar Rp 20.000.000 diserahkan oleh teman korban kepada tersangka.

3. September 2018 sebesar Rp 30.000,000 korban menyerahkan langsung kepada tersangka.

4. Oktober 2018, sebesar Rp 1.400.000 korban mentransfer ke rekening BRI an. tersangka.

5. Oktober 2018, sebesar Rp 300.000,- korban mentransfer ke rekening BRI an. tersangka.

6. November 2018 sebesar Rp 5.500.000,- korban mentransfer ke rekening BRI an. tersangka.

7. Januari 2019 sebesar Rp 600.000,- korban mentransfer ke rekening BRI an. tersangka.

8. Januari 2019 sebesar Rp 350.000 korban mentransfer ke rekening BRI an. tersangka.

9. Januari 2019 sebesar Rp 850.000 korban mentransfer ke rekening BRI an. tersangka.

10. Januari 2019 sebesar Rp 500.000 korban mentransfer ke rekening BRI an. tersangka.

11. Januari 2019 sebesar Rp 600.000,- korban mentransfer ke rekening BRI an. tersangka.

12. Januari 2019 sebesar Rp 200.000 korban mentransfer ke rekening BRI an. tersangka.

13. Januari 2019 sebesar Rp 1.000.000 korban mentransfer ke rekening BRI an. tersangka.

“Korban menyadari dan merasa ditipu sejak bulan Februari 2019, saat korban menerima panggilan saksi dari penyidik Polda Sumbar terkait penanganan dugaan korupsi pembangunan Lapangan Merdeka Kota Solok,” lanjut Defrianto.

Dari tersangka, penyidik mengamankan barang bukti berupa buku rekening dan ATM serta 2 unit HP milik tersangka, tanda bukti surat pengaduan ke KPK dengan tanda tangan tersangka sebagai pelapor.

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, S.Ik, MH, menambahkan bahwa ditemukan indikasi ada beberapa orang lagi yang menjadi korban perbuatan tersangka. Dony berharap korban-korban lainnya untuk tidak takut melapor ke Mapolres Solok Kota.

“Tidak perlu takut melapor, silahkan melapor ke Polres Solok Kota. Kami tunggu,” pesan Kapolres. (*/PN-001)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply