Jelang Kejurnas Tenis Yunior TDP IMTC-Pelti di Banyumas, Gerakan Kakak Asuh Galang Donasi Dukung Petenis Berbakat
Jakarta, PATRONNEWS.co.id - Komunitas Gerakan Kakak Asuh (GKA) di cabang tenis menggalang dana pada Kejurnas Tenis Yunior TDP IMTC-Pelti, yang akan berlangsung Kabupaten Banyumas, 7 hingga 11 April mendatang.
"GKA yang di motori oleh Iahman Moerid, kembali memberikan pendaftaran gratis bagi peserta dengan kriteria keterbatasan dana pendaftaran dan memiliki potensi berbakat di Kejurnas Tenis Yunior TDP IMTC-Pelti di Banyumas pada tanggal 7 hingga 11 April 2025," ujar Iswandi Ramadhan eksekutulor GKA ketika dihubungi wartawan media Ini, Rabu (2/4).
Iswandi Ramadhan, yang akrab disapa Wandi menjelaskan GKA sedang merintis bersama dengan kelompok komunitas tenis untuk mengajak bergabung di GKA, dengan gerakan sosial peduli petenis berbakat.
"Beberapa komunitas tenis telah terafiliasi bersama kami adalah klub-klub rekreasional sesama teman yang memiliki klub tenis juga dan seirama hatinya di GKA," beber Wandi.
Adapun komunitas tenis yang telah bergabung dengan GKA sampai saat ini sudah ada 8 klub yaitu: Tempo-Tempo Tennis, The Sunday Tennis, Peramal , +44 Tennis Batam, Tennis Fellas, Tennis Pos, TSW Community dan Tennis Bestie.
Bahkan pada kegiatan perdananya, diungkapkanya bahwa GKA didukung oleh mantan pemain tennis yunior era 90-an, influencer dan pewarta sosial yaitu Yerry Pattinasarany yang merupakan anak dari Ronny Pattinasarany, pesepakbola legendaris Indonesia.
Pada kesempatan ini Yerry menjelaskan bahwa masalah klasik bagi petenis remaja berbakat, sebenernya sudah terjadi dari dulu, banyak pemain yunior memiliki potensi yang bagus namun masalahnya adalah biaya.
"Olahraga Tenis bagi calon atlet butuh jam terbang namun ada saja yang masih belum optimal ikut pertandingan untuk kematangan mental, oleh sebab itu saya ingin terlibat dan berkontribusi dan mensosialisasikan GKA ini untuk adik-adik asuh tennis di seluruh tanah air," ujar Yerry Pattinasarany.
Sementara Iahman Moerid menambahkan, upaya GKA ini sangat menggetarkan hati saya, ternyata temen-teman ada yang concern untuk membantu. Bahkan dengan ikhlas mau terlibat untuk menjadi salah satu pilar membantu adik-adik penggiat tenis yang membutuhkan, bahkan mereka yang peduli itu juga memberikan sepatu, baju, raket yang masih sangat layak di pakai buat adik-adik untuk bertanding maupun latihan.
"Saya bisa di bilang baru terjun di tenis sosial, sangat menyenangkan di komunitas tenis recreational penuh akan silahturahmi dan canda tawa, tapi kadang saya tertegun saja apakah adik-adik yang 'membutuhkan' di dunia prestasi yunior bisa mendapatkan kesempatan yang sama seperti dunia tennis sosial?," tanya Iahman
Menjawab tantangan itu, maka Iahman menjelaskan bahwa para penggiat olahraga tenis yang mengalami keterbatasan biaya itu bagaiman pun mereka adalah calon atlet nasional.
"Oleh sebab itu saya membuat paguyuban GKA ini untuk mengajak para komunitas melihat, terlibat, berinteraksi langsung dan merasakan perjuangan hidup mereka di lapangan tenis, karena banyak proses, tempaan serta pengorbanan untuk merangkak menjadi bintang tenis nasional," tutupnya. (Agusmardi)
Post a Comment